Ini Opini ku, Mana Opini Mu ?
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 15

Bisa dibilang saat ini merupakan zaman terberisik dari semua zaman yang sudah pernah saya lalui. Dulu saya ingat sekali di tahun awal-awal 2000-an dimana internet baru bisa diakses dengan komputer, kebisingan hanya berasal dari suasana kota, masih riil. Deru kendaraan lalu-lalang hingga suara kerumunan di pasar atau terminal. Ruang lingkup sosial kita sangat terbatas sekali, saat itu saya merasa hidup sangat tenang.
Saat ini walau kita sedang berada di sudut kamar sendirian, jika ada geget & mengakses sosmed/semacamnya maka kita akan menemukan kebisingan. Lucunya kebisingan itu tidak masuk dari indra pendengaran. Tapi kebisingan itu tiba-tiba ada di dalam kepala kita. Karena saat ini kita hidup di tengah kebisingan opini yang selalu menarik untuk kita tau.
Disini saya pun memberikan ruang khusus untuk opini. Pada website ini opini adalah termasuk dari pondasi dasar semua tulisan yang tersaji. Setidaknya ada 3 pondasi dasar untuk memulai saya menulis, yang pertama yakni resensi, kedua adalah opini dan ketiga adalah kisah/cerita. Bisa dibilang ke semua bacaan yang ada mengandung setidaknya salah satu dari 3 unsur diatas.
Mungkin opini saya tidak dapat membantu atau bermanfaat untuk kamu. Tapi menurut saya, setiap opini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan bertindak. Di Dalam opini tidak ada benar-salah ataupun baik-buruk, yang ada hanyalah opini. Dalam kamus besar, Opini diartikan sebagai pemikiran. Sederhananya adalah pendapat dari sudut pandang yang menyampaikannya.
Saat ini kita semua bebas beropini, hal tersebut ditunjang dengan infrastruktur yang sudah memadai. Lahan tersubur untuk menumbuh kembangkan opini adalah medsos yang sudah menjangkau hingga pelosok desa. Saya mengingatkan untuk diri saya dan semua, kita memang bebas untuk beropini bukan berarti asal bicara. Apalagi saat ini sudah dipagari dengan UU ITE, harapan saya bisa menjaga ekosistem “kebisingan” di jagat maya yang kita tinggali ini.
Saran saya, ada baiknya bijaklah dalam mengkonsumsi opini. Mulailah lihat dari siapa yang beropini, Riil kah akunnya bagaimana foto profil nya, kredibel kah ?. Jika kamu peka, maka saat membaca akan menimbulkan rasa yang bersumber dari penulisnya. Jika kamu merasa nyaman dengan opininya maka lanjut saja konsumsi, namun jika kamu merasa tidak nyaman atau bahkan janggal saran saya berhentilah, kemudian tinggalkan opini tersebut.
Demikian dibukanya dari rubrik Opini ini. Terimakasih sudah membaca sampai selesai.
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar