Cuma Mesti Lebih Gigih
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
- visibility 4

Cuma Mesti Lebih Gigih.
Ketika dewasa gue dituntut bekerja, baik itu sebagai karyawan (pekerja) atau pun sebagai pengusaha. Begitupun saat gue sedang menulis ini, sejatinya gue sedang bekerja. Melakukan suatu pekerjaan yang dikenal dengan menulis. Tapi entah berapa banyak orang yang menganggap ini bukan bekerja, karena mereka pikir bekerja itu mendapatkan uang. Padahal nyatanya yang pasti didapat dari kerja adalah hasil. Memang betul uang adalah hasil, tapi itu hanya salah satu saja dan menjadi bagian paling akhir. Bayangkan jika sedang melakukan pekerjaan bebersih, apa hasilnya langsung uang ? tentu tidak, hasil yang pertama kali dinilai adalah kemampuanya dalam bebersih.
Belakangan ini gue pun baru tau ada pekerjaan yang dikenal dengan bengong atau menunggu. Dulu gue menganggap menunggu adalah hal paling tidak produktif. Tapi sekarang gue mengerti bahwasanya menunggu adalah bagian dari pekerjaan. Oleh karenanya jangan pernah menyepelekan lagi pekerjaan menunggu. Ada yang berujar, menunggu itu bukan bengon. Memang menunggu tidak melulu bengong, tapi jika kamu bengong kemungkinan besar kamu sedang berfikir. Diksi bengong memang sudah terlanjur terindikasi dengan artian yang negatif. Ditambah sejak era smartphone & sosial media banyak dari kita tidak bisa lagi bengong, karena kita sering tergoda dengannya. terlepas dari kontradiktif dengan masalah sosmed & smartphone, yang jelas sudah banyak jurnal yang mengkaji prihal braidrot.
Sejauh ini kerja yang berdampak adalah kerja keras. Katanya kerja keras bisa meraih kesuksesan. Ada juga yang berujar, Bekerja keraslah untuk bisa mencapai tujuan yang diimpikan. Setiap aktifitas keseharian yang dilakukan jika ingin pencapaian maksimal mesti lebih lagi untuk melakukanya. Malah terkadang gue sering banget menekan / memaksakan atau yang lebih dikenal dengan memporsir diri. Karena dengan begitu gue yakin akan mendapatkan apa yang gue inginkan dan sampai ketempat yang gue tuju. Cape ? Banget, apa bisa terus-terusan memporsir seperti itu ? jawabanya adalah gak. Karena diri & tubuh kita ini memiliki batasanya. Jika terus menerus dipaksakan malah bisa jadi hancur sebelum rusak. Gue memang cape, tapi sampe tujuan dengan menjadi gigih dalam beraktifitas, tapi “sampe tujuan” sebenarnya bukan karena gue gigih doang.
Memang betul kalimat-kalimat penyemangat diatas itu. Tapi kegigihan dalam bekerja atau melakukan suatu hal hasilnya tidak selalu seperti yang diharapkan. Gue pernah melakukan aktifitas dengan sangat amat gigih, tapi hasil yang gue peroleh tidak sesuai dengan apa yang gue rencanakan untuk dituju. Malah cenderung jatuh, kecewa gue dengan hasil saat itu. Gue juga pernah melakukan aktifitas dengan santai, bermalasan / sekenanya malah saat itu target gue tercapai. Gue yakin jika lo mengalami ke tiga hal yang gue jabarkan barusan, pasti bikin bengong. Itu lah yang gue rasakan saat evaluasi kegiatan bulanan, kadang korelasinya sejalan tapi bisa juga korelasinya terbalik. Maka jadi benar hasil itu bukan milik pelakunya, berbuat baik belum tentu dibalas baik, berbuat jahat gak mesti juga jadi terpuruk.
Hasil tuh unik, lebih tepatnya bikin bingung, kadang apa yang diproyeksikan jadi dan terkadang juga malah zonk. Sejauh ini gue jadi sering bertanya, sebenarnya hasil tuh bergantung dengan apa ? ada yang bilang usaha tidak menghiyanati hasil. Tapi nyatanya hitungan presisi juga masih bisa meleset. Banyak dari kita yang pernah merasakan suatu hal yang tidak direncanakan, mau itu positif ataupun negatif. Yang mana sering disebut dengan keberuntungan ataupun kesialan. Sepertinya hidup itu adalah kekacauan yang teratur, suatu saat terlihat mudah ditebak & disaat lainya malah berbanding kebalik. Kesosialan yang dinamis yang menjadikan kehidupan ini beragam, sebagaimana harmoni yang semuanya senada tapi tidak mesti semuanya sama.
Gue bukan sedang mengajak bersantai ria dalam berusaha, gue juga gak bilang kerja kelas dengan gigih gak ada guna. Kedepan gue tetap bekerja keras, gigih & rajin. Kemudian gue akan melakukanya dengan sadar bahwa kehidupan sosial itu dinamis. Terkadang semua tepat sesuai dengan hitungan dan menyenangkan, terkadang juga semua malah hancur nan juga mengecewakan. Yang perlu di ingat kita manusia punya rasa lelah yang muncul. Jika lelah itu datang istirahatlah, tenangkan diri untuk memproleh semangat dalam melanjutkan. Sebaiknya awali semua kegiatan mu dengan menetapkan suatu tujuan. Dengan begitu kamu dapat melihat jalan kearah tujuan, setelah semua rencana tuntas lakukan evaluasi, koreksi dan kemudian uji ulang.
Andim H. Muazhim (21/04/26)
Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar