Film Alas Roban – Kasih Sayang Ibu
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- visibility 55

Horor yang berkasih sayang
Sebuah film horor yang berdurasi panjang (hampir 2 jam) yang mengangkat cerita rakyat mengenai jalur tengkorak alas roban, Kab.Batang Jawa Tengah. Horor yang berkasih sayang, mungkin menjadi kalimat yang tepat dari cerita film Alas Roban. Film garapan dari sutradara Hadrah Daeng Ratu (@non_hadrah) menyajikan visual horor yang sangat halus. Gue nonton film ini tanggal 20 Jan 26, menurut gue hari ini sudah 1 juta penonton.
Kisah ibu tunggal Sita (Michelle Ziudith) yang merawat anaknya Gendis (Fara Shakila) yang menderita keterbatasan penglihatan. Awalnya mereka tinggal di Pekalongan kemudian Ibu Sita mendapatkan pekerjaan di Semarang. Kisah perjalanan yang memilukan dari pekalongan menuju semarang menjadi pembuka film Alas Roban. Berjalan pada malam hari menggunakan bus tiga perempat tua, menyajikan sensasi tersendiri dikisah ini.
Alas roban adalah nama dari salah satu jalur pantura, dimana jalan favorit arus logistik di utara pulau jawa. Sedari dulu jalur tersebut memang dikenal angker, dengan foklor (cerita rakyat) yang sangat melegenda. Dikemas dalam film horor menjadikan tepat dengan fenomena yang ada. Dari segi cerita film Alas Roban, menurut gue sangat enak untuk di nikmati.
Foklor, Jalur Tengkorak Alas Roban.
Bagian tengah cerita berfokus pada misteri jalur tengkorak alas roban. Mulai dari tuturan di pasar, hingga seorang kuncen berpengalaman yang dapat merasakan kejadian yang baru saja dialami oleh Sita & Putrinya. Sita bekerja sebagai admin kamar mayat di sebuah rumah sakit. Di ruang kerja Sita mulai menyadari kejanggalan dari situasi perjalanan malam kemarin. Sejak saat itu kehidupan putrinya (Gendis) menjadi berubah.
Setelah itu Gendis mulai mendengar suara misterius, bisa menggambar simbol aneh dengan sangat apik, hingga setiap malam diteror oleh mahluk halus. Dengan kondisi anak yang seperti itu, Sita mencoba merawatnya semaksimal mungkin. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya sangat tergambar dalam kisah ini. Tangisan, pelukan serta belaian hangat sangat memainkan rasa penonton.
Di bagian akhir cerita ibu Sita berjuang membantu Gendis putrinya untuk pulih dari derita non medis yang dialaminya. Pertempuran, ritual hingga mempertaruhkan nyawa dilakukan demi menyelamatkan putrinya. menurut gue ini menjadi kulminasi dari keseluruhan cerita yang tersaji.

Film Alas Roban juga memanjakan penonton dengan sinematografi yang sangat memukau. Visual efek & sond efek yang dipadukan sangat serasi hingga terciptanya pengalaman menegangkan dikepala penonton. Perpindahan transisi yang sangat halus juga sangat memanjakan mata. Oleh karenanya film ini memang sangat layak mendapatkan jutaan penonton.
Sekian,
Andim H.M – 20/01/26
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar