Jumat, 4 Sep 2026
Beranda » Film » Film Alas Roban – Kasih Sayang Ibu

Film Alas Roban – Kasih Sayang Ibu

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 89

Horor yang berkasih sayang

Sebuah film horor yang berdurasi panjang (hampir 2 jam) yang mengangkat cerita rakyat mengenai jalur tengkorak alas roban, Kab.Batang Jawa Tengah. Horor yang berkasih sayang, mungkin menjadi kalimat yang tepat dari cerita film Alas Roban. Film garapan dari sutradara Hadrah Daeng Ratu (@non_hadrah) menyajikan visual horor yang sangat halus. Gue nonton film ini tanggal 20 Jan 26, menurut gue hari ini sudah 1 juta penonton.

Kisah ibu tunggal Sita (Michelle Ziudith) yang merawat anaknya Gendis (Fara Shakila) yang menderita keterbatasan penglihatan. Awalnya mereka tinggal di Pekalongan kemudian Ibu Sita mendapatkan pekerjaan di Semarang. Kisah perjalanan yang memilukan dari pekalongan menuju semarang menjadi pembuka film Alas Roban. Berjalan pada malam hari menggunakan bus tiga perempat tua, menyajikan sensasi tersendiri dikisah ini.

Alas roban adalah nama dari salah satu jalur pantura, dimana jalan favorit arus logistik di utara pulau jawa. Sedari dulu jalur tersebut memang dikenal angker, dengan foklor (cerita rakyat) yang sangat melegenda. Dikemas dalam film horor menjadikan tepat dengan fenomena yang ada. Dari segi cerita film Alas Roban, menurut gue sangat enak untuk di nikmati.

Foklor, Jalur Tengkorak Alas Roban.

Bagian tengah cerita berfokus pada misteri jalur tengkorak alas roban. Mulai dari tuturan di pasar, hingga seorang kuncen berpengalaman yang dapat merasakan kejadian yang baru saja dialami oleh Sita & Putrinya. Sita bekerja sebagai admin kamar mayat di sebuah rumah sakit. Di ruang kerja Sita mulai menyadari kejanggalan dari situasi perjalanan malam kemarin. Sejak saat itu kehidupan putrinya (Gendis) menjadi berubah.

Setelah itu Gendis mulai mendengar suara misterius, bisa menggambar simbol aneh dengan sangat apik, hingga setiap malam diteror oleh mahluk halus. Dengan kondisi anak yang seperti itu, Sita mencoba merawatnya semaksimal mungkin. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya sangat tergambar dalam kisah ini. Tangisan, pelukan serta belaian hangat sangat memainkan rasa penonton.

Di bagian akhir cerita ibu Sita berjuang membantu Gendis putrinya untuk pulih dari derita non medis yang dialaminya. Pertempuran, ritual hingga mempertaruhkan nyawa dilakukan demi menyelamatkan putrinya. menurut gue ini menjadi kulminasi dari keseluruhan cerita yang tersaji.

Film Alas Roban juga memanjakan penonton dengan sinematografi yang sangat memukau. Visual efek & sond efek yang dipadukan sangat serasi hingga terciptanya pengalaman menegangkan dikepala penonton. Perpindahan transisi yang sangat halus juga sangat memanjakan mata. Oleh karenanya film ini memang sangat layak mendapatkan jutaan penonton.

Sekian,

Andim H.M – 20/01/26

 

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
    War

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • visibility 37
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

  • Film Penerbangan Terakhir – Cewek Polos Ketemu Playboy

    Film Penerbangan Terakhir – Cewek Polos Ketemu Playboy

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Tiara Cewek Polos Ketemu Cowok F*ckboy Film Penerbangan Terakhir yang mengangkat cerita kelam dunia penerbangan, skandal dan semua yang terbungkus rapi dengan seragam juga senyuman pelakunya. Masyarakat kebanyakan memandang pilot, pramugari & crew kabin lainya dengan citra elegant bahkan banyak yang bermimpi menempati posisi tersebut. Film ini disutradarai oleh Benni Setiawan yang berhasil menghidupkan cerita […]

  • Semua Akan Bisnis Pada Waktunya

    Semua Akan Bisnis Pada Waktunya

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sering kali kita mendengar ungkapan dari teman kita yang bunyinya seperti ini, “apa-apa di bisnisin lo mah.” ungkapan tersebut biasanya datang ketika ada seorang yang sedang menyebutkan harga. Padahal kegiatan tersebut dikenal dengan nama selling/nyeles/jualan, itu bukan bisnis. Umumnya kebanyakan dari kita memaknai bisnis itu adalah suatu kegiatan yang menguntungkan. Padahal nyatanya tidak semua bisnis […]

  • Cuma Mesti Lebih Gigih
    Gue

    Cuma Mesti Lebih Gigih

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Cuma Mesti Lebih Gigih. Ketika dewasa gue dituntut bekerja, baik itu sebagai karyawan (pekerja) atau pun sebagai pengusaha. Begitupun saat gue sedang menulis ini, sejatinya gue sedang bekerja. Melakukan suatu pekerjaan yang dikenal dengan menulis. Tapi entah berapa banyak orang yang menganggap ini bukan bekerja, karena mereka pikir bekerja itu mendapatkan uang. Padahal nyatanya yang […]

  • Waktunya Sudah Mau Berakhir
    Gue

    Waktunya Sudah Mau Berakhir

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Waktunya Sudah Mau berakhir. Pernah gak sih mikir kalau waktu itu ada batasnya, yang membuat prilaku kita seringnya jadi buru-buru. Mungkin bukan kita tapi gue doang kali ya yang ngerasa begitu, tapi gue yakin sih banyak lah dari kita yang ngerasa gitu. Sejauh yang gue tau waktu yang ada memang terbatas, semisal sehari itu hanya […]

expand_less