Jumat, 4 Sep 2026
Beranda » Gue » Apa Cuma Butuh Kesempatan ?
Gue

Apa Cuma Butuh Kesempatan ?

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 22

Apa Cuma Butuh Kesempatan ?

Suatu hari ada yang DM di akun IG gue yang baru, meminta gue untuk mengirim WA ke nomornya. Karena gue sedang sering online di akun IG yang baru, maka DM itu gue baca dan respon dengan cepat. Sesaat setelah gue baca gue balas dengan antusias ” Siap Bang.” langsung geser ke App WA dan kirim pesan. Saat itu gue belum tau apa-apa prihal kelanjutan ataupun topik yang mesti dilanjut WA, jadi gue WA nya begini aja ” Bang Ini No WA gue , Andim. Mau ngelanjut yang DM Lo di IG. ” Di IG baru yang gue mainkan itu mutual-an nya baru sedikit, tapi banyak yang kenal secara personal.

Dalam keseharian sosial gue sering membuat batasan atau definsi dari setiap yang gue kenal. Sejauh yang gue pahamami setiap komunikasi itu berjenjang, tidak ada yang langsung ke poin utamanya. Jadi jika ada seseorang yang dikenal dan mengintruksikan di sosial media untuk segera menghubungi no. telponya secara peribadi artinya ada yang penting. Semua itu masuk kedalam katagori berfikir positif, tapi gue tau ada sebagian dari kita yang berfikir negatifnya lebih kuat. Beberapa yang seperti itu kemungkinan besar merespon DM dengan membalas ” ada apa ya bang.” hingga ia lupa untuk menghubunginya melalui jalur yang lebih personal.

Hal kecil yang banyak diangap sepele, bisa jadi itu adalah kesempatan yang datang untuk menjadikan hidup ini lebih baik. Mudah saja bagi gue untuk bersikap skeptis saat menanggapi DM itu, dengan berfikir “apa an sih ini, di hack kah ? Penipuan kah ?” atau ” kalau mau ngobrol ya lanjut DM aja, ribet banget lo.” atau hal lainya. Percaya sama gue jika ada yang biasa menanggapi banyak hal dengan skeptis walau hanya dalam hati, kalau boleh saran mulailah perbaiki hati. Sikap skeptis itu terkesan manusiawi, waspada atau menjaga diri. Tapi jika dipikir ulang bisa jadi itu ego (egois) dari diri yang haus dengan sanjungan. Dulu gue adalah orang yang seperti itu, bersyukurnya gue bisa memahami kejanggalanya.

Tundukan ego, hargai semua hal, hormati semua orang dan lakukan dengan terukur. Setidaknya begitu moto hidup yang terkini. Kerena gue yakin kesempatan itu selalu datang dalam kehidupan secara berulang. Oleh karenanya bertumbuhlah menjadi pribadi yang lebih baik, untuk bisa merespon kesempatan dengan baik. Banyak sekali terdengar kalimat “Gue gak punya kesempatan” awalnya gue membenarkan kalimat tesebut. Sampai pada suatu ketika gue mempertanyakan “masa iya gak punya kesempatan ?” merenungkan pertanyaan tersebut hingga mendapatkan.

Betul, semua kita tidak memiliki kesempatan yang sama. Tapi kita semua memproleh kesempatan menjadi lebih baik dalam hidup.

Katanya, Sistem negara Indonesia menjadikan banyak penduduknya tidak memiliki kesempatan. Sebagai orang kecil dinegara ini, ia sudah kalah sebelum bermain. Apa emang bener cuma dinegara Indonesia aja, atau di semua negara sistemnya seperti itu. Di buat oleh elit, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Gue berkesimpulan, bukan negaranya, bukan juga sistemnya tapi yang terpenting adalah respon dari setiap kita atas situasi atau sistem yang kita hidup bersamanya. Karena jika dipikirkan lebih jauh masih ada segelintir yang bertahan dan mendaki kepuncak dengan sistem yang sebegini rumitnya.

Bukan kesempatan yang tidak ada, bukan kesempatan yang hilang tapi lebih kepada bagaimana kita menangkap kesempatan itu. Disetiap setiap situasi yang bisa gue lakukan hanyalah memilih, setiap pilihan yang datang itu adalah kesempatan. Percayalah kita semua selalu punya kesempatan, ia datang berkali-kali kepada kita. Mungkin ada kala kesempatan itu datang disaat yang tidak tepat, dari segi kesiapan & keluangan. Gak ada masalah tentang pilihan realistis, salah jika mengangap itu adalah satu-satunya kesempatan. Kesempatan selalu datang dalam hidup ini untuk menawarkan suatu pilihan, jadi perbaikilah keilmuan, pengetahuan dan yang berkaitan untuk dapat menentukan pilihan dengan tepat.

Andim H. Muazhim (20/04/26)

Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.

 

 

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • Film Kafir Gerbang Sukma – Dibawah Purnama Yang Mati Akan Bangkit

    Film Kafir Gerbang Sukma – Dibawah Purnama Yang Mati Akan Bangkit

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Membangkitkan Raga yang mati karena Rindu & Dendam Film Kafir Gerbang Sukma, meneruskan cerita awalnya dengan judul film Kafir bersekutu dengan setan. Cerita berfokus masih kepada keluarga Sri ( Putri Ayudya ) yang 8 tahun lalu mengalami tragedi gaib. Film Kafir Gerbang Sukma disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis penulis skenario oleh Upi & Dea April. […]

  • Mulai dari Review Film, Press Con. Film Sampai Ke Main Film
    Gue

    Mulai dari Review Film, Press Con. Film Sampai Ke Main Film

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sudah lama juga ya ternyata tidak nulis disini, barusan terakhir dicek sudah sebulan lebih aja. Dua pekan yang lalu di IG gue juga baru update setelah 2 bualan vakum. Sebenernya bukan lelah atau mau menghilang lagi dari dunia maya, lebih ke dunia nyata sedang tidak bisa ditinggal. Pada kesempatan kali ini gue mau update dari […]

  • Soft Skill itu ketrampilan Karakter ?

    Soft Skill itu ketrampilan Karakter ?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Saya adalah orang yang percaya dengan pernyataan, Kamu adalah satu-satunya orang yang menjadi kamu. Dalam artian setiap kita unik dan tidak bisa disama ratakan yang bisa hanya diselaraskan. Ngomong-ngomong kalimat pernyataan filosofis nan puitis di atas siapa yang ngomongnya ? Kok tiba-tiba terlintas begitu saja untuk menjadi pembuka. Bisa dibilang saya termasuk orang yang kecanduan […]

  • Film Penerbangan Terakhir – Cewek Polos Ketemu Playboy

    Film Penerbangan Terakhir – Cewek Polos Ketemu Playboy

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Tiara Cewek Polos Ketemu Cowok F*ckboy Film Penerbangan Terakhir yang mengangkat cerita kelam dunia penerbangan, skandal dan semua yang terbungkus rapi dengan seragam juga senyuman pelakunya. Masyarakat kebanyakan memandang pilot, pramugari & crew kabin lainya dengan citra elegant bahkan banyak yang bermimpi menempati posisi tersebut. Film ini disutradarai oleh Benni Setiawan yang berhasil menghidupkan cerita […]

  • Katanya, Semua Kita Terancam ?

    Katanya, Semua Kita Terancam ?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Katanya, Semua Kita Terancam ? Suatu hari gue lagi jalan sendirian, saat itu belum terlalu sore sekitar jam setengah tigaan. Saat gue jalan entah kenapa gue pengen banget nengok kebelakang, tanpa ragu ya gue nengok aja. Ternyata gak ada orang dan gak ada apa-apa juga, gue masih berjalan sendirian ditempat itu. Tapi rasanya dipemikiran gue […]

expand_less