Siapakah Tokoh Berpengaruh
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 12

Dalam hidup kita memerlukan pembelajaran & biasanya kita mencari contoh. Umumnya kaum muda mencontoh para orang tua atau kaum senior, karena pengalaman & mungkin juga karena caranya memaknai peristiwa. Jika ada yang tanya pada saya, siapa tokoh idolamu ? Saya akan spontan jawab “Muhammad Rasulullah” agar jawabanya sekaligus menunjukan identitas. Tapi jawaban diatas hanya sebatas formalitas saja, karena dalam kontek tersebut yang menjadi jawaban sebenarnya ada pada sikap & prilaku orang yang menjawab.
Disini saya menghadirkan ruang untuk tokoh, dimana setiap kita memiliki tokoh (figur otoritas) masing-masing. Walau menurut saya tidak mudah untuk membuat tulisan bertemakan tokoh, karena sangat mudah untuk menjurus ke fitnah, puja-puji berlebihan & pencemaran nama baik. Tapi disisi lain ada kemudahan, karena pada zaman ini banyak sekali tokoh-tokoh ikonik yang bermunculan. Oleh karenanya boleh saja sekali memuat tulisan mengenai tokoh yang kita kenal atau mau kita kenal ataupun yang perlu kita berikan kripik (baca:kritik) pedas.
Dalam hidup saya, banyak sekali tokoh-tokoh yang bisa di bilang panutan saya. Karena menurut saya dalam menjalani hidup kita memerlukan tokoh untuk dicontoh, biasanya saya mengambil / menunjuk contoh sesuai dengan apa yang saya targetkan. Saya juga pernah mengidolakan tokoh yang keilmuannya sedang ingin saya pelajari. Jadi tahapan awalnya adalah menentukan target tujuan, kemudian memilah hal-hal yang tersedia di jagat maya. Setelah menemukanya pelajari lebih dalam & mulai mengambil pelajaran darinya. Jika sekiranya sudah cocok kemudian dijadikan panutan, namun jika kedepan kiranya sudah tidak pas lagi, ya kita hempaskan saja.
Kondisi tidak pas bisa disebabkan dari, tokohnya yang sudah merubah haluan atau target kita yang menjadi berkembang. Kamu tidak perlu terburu-buru mengikuti langkah saya, apalagi langsung mengidolakan tokoh yang saya idolakan. Di ruang ini akan tersaji opini yang objektif, hingga dapat dijadikan bahan pertimbangan. Selayaknya sebagai manusia, setiap tokoh memiliki kelebihan juga terdapat kekurangan. Pilihlah dengan bijak siapa yang akan menjadi figur otoritas bagi diri mu, karena bisa jadi langkahmu mengikuti jejak langkahnya.
Pelajari, cermati juga berikan jarak antara langkahmu dan langkahnya. Jarak berfungsi untuk memberikan jeda bagi mu dalam berpikir sekali lagi untuk melangkah kedepan. Karena jika dia yang berjalan di depanmu “nginjek tai” maka jika kamu melihatnya kamu dapat dengan mudah untuk menghindarinya, atau bahkan diam, mundur & putar balik karena jalan di depan sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Ingat saja, yang di ubah adalah jalannya bukan tujuannya.
Andim H.M – 06/01/26
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar