Menghidupkan Kembali Komunikasi
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- visibility 57

Menghidupkan Kembali Komunikasi
Sedari kemarin gue tuh kepikiran bagaimana caranya produktif nulis. Karena gue pengen banget produktif nulis sebagai sarana gue untuk berlatih & mengasah kemampuan menulis. Apa gue nulis blog aja kali ya disini, kan masih ada rubrik kisah. Tapi jawaban itu terhalang dengan satu kata, gue. Kayaknya kalo disini mesti pake kata baku deh biar terlihat propesional, begitu pikir gue. Tapi kalo menurut gue, pemikiran itu masuk dalam mental Blok yang menghalangi. Gue mau maju aja, gue ganti rubrik kisah menjadi GUE. Rubrik Gue akan menjadi wadah bagi tulisan yang tidak berbatas kata baku, gue rasa ini adalah ruang yang gue butuhkan.
Secara sederhana rubrik Gue di definisikan mirip dengan Blog atau Diary online. Jadi isinya akan bebas banget, bisa jadi akan memalukan dan boleh jadi malah asik banget. Di rubrik ini akan ditemukan banyak kata gue, lo dan semisalnya. Tapi kata makian tetap akan diminimalisir untuk menjadikan tetap nyaman dibaca. Karena website ini sejak awal tidak gue dedikasikan hanya untuk gue aja, maka kedepan jika ada kontributor lain maka juga terbuka untuk menulis di rubrik ini. Dengan itu mari kita mulai menulis Blog, tulisan singkat sederhana keseharian kita-kita, yang dikenal dengan jurnal atau diary.
Selain pembukaan di cerita pertama ini gue mau berbagi tentang pengalaman gue jalan ke ITC Cempaka Mas untuk pertama kalinya lagi. Ada kali 5 tahun lebih sejak covid, banyak dari kita atau mungkin gue doang yang udah gak jalan-jalan lagi ke suatu tempat. Terlebih jika tempat tersebut barang dagangannya udah banyak banget yang jual online di market place dengan harga yang lebih murah dan kualitas sama alias official store. Tapi saat itu gue mesti kesana, gue merasa kegiatan gue ini tidak akan efektif jika digantikan dengan mode online.
Gue ke ITC Cempaka Mas untuk service HP makanya gue mesti dateng kesana untuk memastikan kualitas dari pengerjaanya. Service HP juga merupakan pengalaman pertama kalinya lagi sejak 10 atau 15 tahun yang lalu. Sejak jaman android gue merasa service HP tuh udah gak relate lagi, karena jasa service sama dengan harga beli HP baru atau selisihnya dikit banget. Kata gue mending beli HP baru aja, dari pada service HP. Tapi tidak untuk kali ini, gue lebih pilih untuk service HP karena gue masih sayang banget dengan HP yang udah nemenin gue 4 tahunan ini.

Namun alasan aslinya tidak se-emosional itu juga, gue termasuk pria yang rasional. Karena gue menilai kerusakan HP gue ini adalah perkara life time, atau memang udah waktunya diganti aja part-nya. Gue merasa baterai HP gue mesti diganti untuk mengembalikan performanya. Tapi itu sifatnya dugaan, gue gak tau cara ngecek performa & fisiknya, “tau sendirikan HP sekarang tuh tanem semua batrenya” gue mesti ke tukang service untuk membantu memastikan dugaan gue. Setelah gue sampai ITC Cempaka Mas masalah lain muncul lagi, lo tau kan stikma licik teknisi service HP.
Dulu tuh gue pernah ke doktrin “jangan sembarangan serpis HP, bisa jadi HP lo sebenarnya gak begitu masalah tapi karena kecerobohan atau trik teknisinya malah jadi tambah rusak parah, hingga membengkak biayanya.” Karena stigma itu gue jadi ragu-ragu banget, gue tuh nyampe 3 – 4 kali muter-in Lt. 4 utuk nyari tempat yang tepat. Banyak yang mesti gue pertimbangkan, mulai dari bentuk tokonya, pramuniaganya, tool-nya proper gak, performa teknisinya dan tentu ke cocokan harga.
Kriteria pertama yang menurut gue jadi pertimbangan adalah, tokonya mesti fokus hanya jasa service saja tidak menjual unit. Kemudian pastikan bukan calo/cabang jadi tool & teknisi mesti standby di toko tersebut. Patikan tool profesional terlihat, seperti micros cop digital beserta monitornya dan terlihat aktifitas service HP di depan kasir/pramuniaga jadi tidak terhalang partisi. Terakhir yang paling penting negosiasi estimasi biaya dengan kemungkinan kerusakan atau penggantian part, karena kalau gak deal didepan khawatirnya gak masuk budget.

Dengan ini gue menyarankan, kalo lo mau service HP di ITC cempaka mas ke Toko Galipat – Pusat Service. Jadi dia ada beberapa Toko, tapi gue memutuskan untuk ke workshop Galipat di ITC Cempaka Mas Lt. 4 Blok H No. 559 setidaknya begitu yang tertera di struknya. Jujur, sebelum gue jalan ke ITC gue gak nyari info di internet dulu. Gue berangkat aja pake insting ke ITC-an gue, karena dulu tuh gue sering banget ke ITC waktu jaman kuliah. Dulu gue jualan perdana No Cantik dan sering berburu perdana disana. Jadi saat ini gue pikir jalan aja lah, “kalo enang sepi atau udah pada tutup ya pulang aja” begitu pikir gue. Tapi ternyata setelah gue cari tau saat nulis ini, galipat aktif juga di internet. Websitnya www.galipat.id tertera di struk sosmed-nya juga aktif loh di IG @Galipat_Service
kata gue kalo lo masih ragu, kepoin aja dulu, tertera no CS nya juga dah kayaknya, bisa langsung PDKT alias ngobrol.
Gue seneng banget akhirnya performa HP “kesayangan” gue kembali pada kondisi sedia kala. Baterai telah diganti baru, walau gue cek merek tidak sama dengan yang existing tapi ya sudah lah ya. Gue juga seneng toko tersebut berani kasih garansi, part ganti baru. Normalnya garansi yang diberikan 3 bulan, cuma gue nego 1 tahun tapi teknisinya gak berani. Maksimal garansi batrei mah 6 bulan bos, begitu ujarnya. Tapi kalo mau garasi 6 bulan biayanya nambah 50 ribu, disana gue berdiskusi sambil berfikir. Kemudian gue memutuskan untuk mengambil garansi normal tanpa tambahan biaya, karena teknisinya bilang harga dasar part-nya udah tinggi jadi kalo mau 6 bulan mesti ditambahin, kalau gak jadi gak ada untungnya misal garansinya di klaim.
Menurut gue pernyataan seperti itu adalah ungkapan gambling yang sangat bergantung pada keberuntungan. Bukan masalah kualitas atau keahlian teknisi, tentu tidak segitu tambahannya jika yang dipertaruhkan hal itu. Cuma keputusan seperti ini balik lagi kepada pribadi masing-masing. Ada perhitungan yang tidak selalu presisi juga pengalaman yang menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut. Buat gue, hanya biaya dan potensi masa pakai yang bisa dihitung, jika hasil pembagiannya masih masuk akal gua akan pilih hal tersebut.
Sekian Untuk Tulisan Perdana di rubrik Gue, terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Good luck & sampai jumpa.
Andim H. Muazhim (06/04/26)
Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar