Sabtu, 18 Apr 2026
Beranda » Film » Film Pangku – Gimana mau memilih jika lainya tidak ada

Film Pangku – Gimana mau memilih jika lainya tidak ada

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 50

Gimana mau memilih jika lainya tidak ada

Di awal bulan Feb 2026 ini penonton film dikejutkan dengan naik layar kembali film pangku karya Reza Rahadian. Penayangan ulang Film ini sangat  disambut antusias, terkhusus bagi mereka yang terlewatkan. Termasuk kami, karena kami baru aktif mengulas film di tahun 2026 jadi kami manfaatkan kesempatan yang berharga ini. Film pangku di tulis oleh Reza rahardian & Felix K.Nesi. Dipeduksi oleh gambar gerak dengan produser Arya Ibrahim & Gita Fara.

Menurut penulis skenarionya Film pangku terinspirasi dari kisah nyata seorang ibu tunggal yang memperjuangkan anak-anaknya. Cerita dimulai oleh wanita muda yang sedang hamil tua, Sartika (Claresta Taufan) yang menumpang mobil truk besar tanpa tujuan. Seorang sopir laki-laki baik hati yang akhirnya menurunkanya di jalur pantura, setelah ia mengganti Ban mobilnya yang Bocor. Karena wanita tersebut dianggap membawa sial oleh keneknya. Tanpa pilihan Sartika akhirnya turun dan berjalan ke lokasi yang ditunjuk oleh sang supir, sambil berpesan “jika ingin mencari pekerjaan disana ada.” Begitu ucap sang supir truk.

Dengan pasrah & lunglai sartika berjalan menelusuri lorong itu di bawah gelapnya malam. Ternyata itu adalah lorong yang menjadi salah satu lokasi diskotik ilegal di daerah pantura. Sartika terus saja melewati deretan diskotik itu, kemudian sampailah ia di sebuah toko kelontong milik Bu Maya ( Christine Hakim ) wanita paruh baya. Sartika disambut dengan ramah dan disajikan minuman juga cemilan untuknya. Belum beberapa lama Sartika bersandar ternyata sudah jadwal tutup toko, Bu Maya menawari sartika untuk ikut ke rumahnya & Sartika yang tidak punya pilihan lain akhirnya ikut dengan Bu Maya.

Malam itu menjadi malam pertama Sartika tinggal di rumah Bu Maya. Kini terdapat 3 orang yang meninggali rumah semi permanen tersebut. Awalnya hanya Bu Maya & Suaminya saja, tapi setelah beberapa saat kini mereka jadi berempat tinggal disana, Bu Maya, Suaminya, Santika & Anaknya. Rumah sederhana yang persis berada di bibir pantai dengan rutinitas sarapan diatas air laut seakan menggambarkan kesederhanaan yang menawan. Bayi yang dikandung sartika diberi nama Bayu ( Shakeel Fauzi ) setelah ia lahir, dirawat juga dibesarkan di rumah ini. Sartika berjuang sendiri untuk bertahan & membesarkan anaknya, bahkan kerja kasar pun ia lakukan.

Sampai pada suatu hari, di tengah situasi dengan kondisi ekonomi yang serba sulit setelah krisis moneter. Sartika menengok persedian beras yang kian menipis, pekerjaan serabutan yang tidak menentu membuatnya kebingungan. Ia memutuskan untuk ikut berjualan kopi pada malam hari di warung Bu Maya. Konsep berjualan kopi yang unik di warung Bu Maya merupakan keraguan yang dulu menahan Sartika. Tapi karena terdesak kini Ia mulai menerima konsep tersebut, dimana pelayan kopi tersebut menyajikan ke pelanggan pria sambil “ngelendot” juga memijat pundaknya. Malam itu Sartika resmi menjadi gadis kopi pangku di warung Bu Maya.

Belum berapa lama Sartika bergabung di warung Bu maya, kabarnya sudah tersebar.  Yang menjadikan kini warung Bu Maya menjadi tambah ramai pengunjungnya. Sarika mulai melayani banyak supir truk yang mampir untuk ngopi & juga melepas lelah tentunya. Asep ( Muhamad Khan ) merupakan salah satu pelanggan setia warung kopi itu, dan ia mengincar Sartika untuk melayaninya. Namun ketika Asep mengajak Hadi ( Fedi Nuril ) untuk mampir ke warung kopi itu, Hadi pun terpesona dengan paras sartika. Asep yang menyadari emosi tersebut langsung melepaskan Sartika untuk didekati Hadi.

Kemunculan Hadi di hidup Sartika menjadi titik balik yang membingungkan baginya. Rasa  menarik yang diragukan oleh sartika pada akhirnya dipatahkan. Kini sartika luluh oleh Hadi, karena sikap Hadi yang juga baik kepada anaknya. Di suatu akhir pekan, Hadi mengajak sartika & Bayu liburan. Disana hadi menyatakan perasaan yang sesungguhnya “aku ingin punya anak, kamu ingin punya suami.” Begitu ucap Hadi yang membuat sartika luluh. Ungkapan tulus yang mengantarkan mereka menjadi pasangan resmi, Sartika & Hadi menikah kemudian tinggal bersama di rumah yang masih satu kawasan pesisir.

Keluarga baru yang sangat bahagia tinggal di rumah sederhana, Hadi, Sartika & Bayu sangat menikmati kebersamaan mereka kini. Dengan begitu Bayu bisa masuk SD dan Sartika berhenti menjadi gadis kopi pangku. Ditengah kesibukan mengantar/nyupir Hadi menyempatkan untuk membuatkan usaha untuk menambah penghasilan Sartika. Namun diujung pembangunan usaha itu hadi malah tak kunjung pulang kerumah. Awalnya sarika memaklumi kepergian Hadi, namun ketika uang nafkah tak kunjung dikirim dan habis Sartika pun panik. Malahan tidak ada kabar sama sekali, terakhir kabar adalah Asep sudah tidak kerja bersama Hadi lagi. Kebahagian yang baru saja di mulai oleh Sartika & Bayu kini hidupnya menjadi kalud kembali karena kondisi ekonomi. Sarika masih terus berjuang untuk menghidupi dirinya juga anaknya, saksikan selengkapnya kisah Sartika pada Film Pangku.

Bisakah berdamai dengan situasi yang kelam.

Kisah sartika mengajak penonton untuk merasakan situasi yang mungkin sebagian besar penonton tidak mengetahuinya. Karena situasi tersebut ingin kita hindari, namun pada kenyataanya sebagai manusia kita hanya bisa menerima. Tidak ada pilihan selain menerima, karena pilihan lain akan berdampak pada resiko yang lebih sulit untuk “diterima”, bagi sartika. Film pertama dari penyutradaraan Reza rahadian mengangkat problematika yang dianggap tabu. Kehidupan majinal yang sangat suram ter visual kan dengan sangat baik pada film pangku. Pastinya dari issue yang diangkat banyak penonton yang menganggap film pangku adalah film festival.

Benar saja film Pangku banyak sekali memenangkan festival film nasional & internasional. Walau begitu secara komersial film ini juga banyak peminatnya, bahkan sampai naik layar kembali setelah pemutaran perdananya di layar lebar. Selain issue sosial ekonomi, Film pangku juga berfokus pada perjuangan perempuan atau seorang ibu yang membesarkan buah hatinya. Sartika menjadi Ibu Tunggal yang menggambarkan bagaimana seringnya wanita menjadi “korban situasi” karena kasih sayangnya. Sartika tidak lemah dia hanya sangat mengasihi hal yang ia sayangi yang sangat mewakili perasaan banyak wanita & juga ibu.

Film pangku tayang pada nov 2025, saat itu padahal sudah ingin banget menyaksikanya. Tapi apa daya waktu belum menempatkan hingga tertiba turun layar. Padahal di bulan itu sering sekali ketemu castnya (fedi nuril) di komika komedi club, karena ia sedang terlibat proyek stand up comedy. Menurut kami film pangku bisa sangat diperlukan sekali dalam industri hiburan tanah air. Karena cerita yang disajikan sangat menjadi pembeda dari cerita drama yang pada umumnya tersaji. Walau tentu saja peminat cerita sepeti ini sangat sekmented sekali.

Terbukti dengan jumlah penonton yang diperolehnya, film pangku sampai dengan 16/02 perolehan penonton tidak tembus 600.000 menurut cinepoint. Padahal rating filmnya sangat tinggi 8 menurut cinepoint juga, tapi ya sudahlah setiap penonton memiliki penilaian masing-masing. Kalau dari kami, film pangku sangatlah bagus sekali dari sisi cerita, sinematografi dan para pemainnya. Drama cinta dengan latar cerita yang tidak biasa dan sulit diterima, film pangku menyajikan realitas kisah nyata dalam kehidupan kita.

Dari sisi desain grafis poster Film Pangku, sangat bagus sekali karena memuat kurang dari 5 wajah. Seperti biasa ada beberapa poster film yang dirilis oleh film pangku, namun kami akan mengulas poster yang memuat 4 wajah yang kami tampilkan. Ada wajah sartika & hadi hadi yang menjadi fokus utama. Kemudian ada wajah Buyu & Bu Maya menjadi latar belakang melengkapi latar set warung kopi sederhana. Poster tersebut cukup menggambarkan cerita yang tersaji dalam Film Pangku. Ada yang unik dalam Film dalam desain grafis film Pangku, yakni Logotype dari judul film tersebut yang beberapa kali berubah. Tapi yang termuat dalam poster film yang terpajang di bioskop Indonesia sangatlah tepat untuk mewakili filmnya.

Walau cerita film pangku ini sangat unik & segmented masih sangat layak untuk dinikmati, terlebih jika kamu orang dengan pemikiran terbuka. Premis yang penonton tangkap dari Film Pangku adalah tidak semua manusia dapat memilih ingin berada di situasi kehidupan seperti apa. Atau dengan kata lain, banyak situasi & kondisi dalam realitas kehidupan kita yang sebenarnya tidak dapat kita pilih. Sebagai manusia, kita hanya bisa, menerima & menjalaninya saja. Penonton dapat mengambil banyak pesan dari karakter Sartika dengan situasinya. Yang menjadikan karakter tersebut sangat menarik untuk diikuti kisahnya. Rasa tidak berdaya yang digambarkan dengan sangat kuat oleh setiap karakter dalam film pangku merupakan cerminan realitas dari kehidupan kita.

Demikian, Resensi Film

Andim H.M. (16/02/26)

Dukungan Kami untuk terus berkarya, klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian dll. Semoga berkenan. Terimakasih & Good Luck.

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • Toko Galipat Pusat Service di ITC Cempaka Mas Lt.4 Blok H No. 559
    Gue

    Menghidupkan Kembali Komunikasi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Menghidupkan Kembali Komunikasi Sedari kemarin gue tuh kepikiran bagaimana caranya produktif nulis. Karena gue pengen banget produktif nulis sebagai sarana gue untuk berlatih & mengasah kemampuan menulis. Apa gue nulis blog aja kali ya disini, kan masih ada rubrik kisah. Tapi jawaban itu terhalang dengan satu kata, gue. Kayaknya kalo disini mesti pake kata baku […]

  • Film Sengkolo Petaka Malam Satu Suro – Ritual Cilaka Menukar Jiwa Lindu Jiwo

    Film Sengkolo Petaka Malam Satu Suro – Ritual Cilaka Menukar Jiwa Lindu Jiwo

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Ritual Cilaka Menukar Jiwa Utari – Lindu Jiwo Film Sengkolo Petaka Satu Suro bercita perihal mitologi masyarakat jawa. Ada yang memaknai Sengkolo adalah suatu entitas gaib yang mengganggu menjelang malam satu suro. Film yang disutradarai Deni Saputra berhasil membuat penonton menjerit di setiap sengkolo hadir. Sengkolo Petaka Satu Suro di bintangi oleh Aulia Sarah sebagai […]

  • Film Esok Tanpa Ibu – Sci Fi Indonesia Pertama di 2026

    Film Esok Tanpa Ibu – Sci Fi Indonesia Pertama di 2026

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sci-Fi Pertama Indonesia di 2026 Film Esok Tanpa Ibu memiliki cerita yang sangat kekinian, bahkan cenderung masih masa depan jika latarnya itu di Indonesia. Menceritakan kisah remaja laki-laki yang mulai bertumbuh menjadi dewasa. Selayaknya remaja, Rama (Ali Fikry) mulai mengedepankan argumenya. Yang mengakibatkan tidak sejalan dengan Ayahnya (Ringgo Agus Rahman). Rama menganggap Ayahnya selalu marah […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations
    Gue

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Ini Opini ku, Mana Opini Mu ?

    Ini Opini ku, Mana Opini Mu ?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Bisa dibilang saat ini merupakan zaman terberisik dari semua zaman yang sudah pernah saya lalui. Dulu saya ingat sekali di tahun awal-awal 2000-an dimana internet baru bisa diakses dengan komputer, kebisingan hanya berasal dari suasana kota, masih riil. Deru kendaraan lalu-lalang hingga suara kerumunan di pasar atau terminal. Ruang lingkup sosial kita sangat terbatas sekali, […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less