Apa itu resensi buku
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
- visibility 69

Buku adalah teman dikala sendiri, begitulah ungkapan yang sering terlontar pada seorang yang suka baca buku. Bagi saya buku adalah jendela dunia, seperti kata pepatah kuno. Walau kurang kreatif tapi itu benar, dari buku yang dibaca kita seakan melihat dari jendela. Istilah kerennya tuh, terbangun theater of mind dikepala pembaca.
Saya sadar bahwa saya termasuk orang yang suka membaca. Mungkin kebiasaan tersebut adalah warisan dari orang tua saya. Dulu ayah saya sering banget baca koran, korannya pos kota lagi. Karena itu lah saya jadi ingin membacanya, di koran tersebut isinya banyak yang lucu-lucu menurut saya. Kalau ibu, sering juga membaca buku, tapi buku resep makanan. Ibu saya juga sering baca buku teks pelajaran & LKS saya saat SD. Karena dulu saya sering banget minta dibacakan kalau sedang ada tugas, hehehe.
Seiring berjalanya waktu saya masih sering membaca buku, di SD saya membaca komik. Karena teman sekelas saya ada yang kelewat rajin membeli komik. Kemudian saat SMP saya suka baca Novel & cerita fiksi romansa seperti karyanya kahlil gibran. Di SMK saya membaca buku untuk pengayaan ke ilmuan dari teknologi & industri. Saat kuliah bacaan saya sangat acak sekali, seakan tidak memiliki genre favorit.
Sama pada rubrik sebelumnya, rubrik ini juga menekankan pada resensi buku. Selain mudah menurut saya, membuat resensi buku juga menjadi pembelajaran lebih dalam dari isi buku tersebut. Hingga kita bisa lebih mengingat serta memaknai isi yang terkandung dalam buku. Kalau sudah seperti ini, maka akan sangat mudah untuk kita bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Setahun atau 2 tahun belakangan saya sedang melakukan uji coba kekuatan membaca pada diri saya. Saya mulai dari 1 bulan 1 buku (200-300 halaman). Alhamdulillah, tanpa kendala dan masih bisa nambah. Kemudian ditingkatkan 2 buku setiap bulan, jadi ada 600 halaman (kurang lebih) yang saya baca setiap bulan. Ini saya menilai adalah titik temu yang pas, tidak terlalu membebani dan tidak menyepelekan. Sampai saya pernah men-challenge diri untuk menghabiskan 3 buku (±1.000 halaman) dalam sebulan. Saya rasa ini sangat memberatkan & membuat otak ngebul, karena saat itu yang saya baca bukan buku cerita.
Membaca buku & menulis resensi adalah dua kegiatan yang berbeda. Awalnya saya menuliskan review buku pada selembar kertas, yang hanya bisa saya nikmati sendiri. Kemudian saya berniat untuk membagikannya, terkadang saya bagikan (sharing) di sosmed. Namun di sana lebih seringnya dapat tanggapan yang negatif, hingga mengurungkan niat untuk menulis. Saat ini saya memiliki media ini, hingga memungkinkan untuk lebih sering menulis resensi buku.
Demikian dibukanya dari rubrik buku ini. Terimakasih sudah membaca sampai selesai.
Andim H.M – 03/01/26
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar