Film Penerbangan Terakhir – Cewek Polos Ketemu Playboy
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- visibility 91

Tiara Cewek Polos Ketemu Cowok F*ckboy
Film Penerbangan Terakhir yang mengangkat cerita kelam dunia penerbangan, skandal dan semua yang terbungkus rapi dengan seragam juga senyuman pelakunya. Masyarakat kebanyakan memandang pilot, pramugari & crew kabin lainya dengan citra elegant bahkan banyak yang bermimpi menempati posisi tersebut. Film ini disutradarai oleh Benni Setiawan yang berhasil menghidupkan cerita yang bermula dari tulisan novel. Film Penerbangan Terakhir ceritanya diadaptasi dari novel Gadis Pramugari karya Annastasia Anderson, dimana menurut penulisnya cerita tersebut diangkat dari kisah nyata yang ia bingkai dari berbagai pengalaman.
Penerbangan Terakhir dibintangi oleh Jerome Kurnia sebagai Deva seorang pilot problematik. Kemudian penggerak cerita dalam film ini adalah Tiara gadis perantauan yang terbilang masih polos di dunia aviasi. Tiara baru saja masuk kerja menjadi pramugari salah satu maskapai terkemuka. Karena ingin memberikan kinerja yang terbaik ia baru sempat mengabari orang tuanya di kampung saat ia sudah sampai di bandara. Disanalah awal cerita di mulai, dimana Tiara berjumpa dengan Deva. Perjumpaan yang tidak direncanakan namun sangat berkesan bagi Tiara.

Tiara yang masih mengingat Deva sebagai kakak kelas pelatih basket di sekolahnya dulu merasa senang berjumpa kembali dengannya. Sementara Deva menangkap perasaan Tiara dengan latar belakang peluang yang dapat ia mainkan kedepan. Senyum ingin serta kalimat rayuan Deva yang sudah keluar di perjumpaan pertama itu seolah menggambarkan seberapa problematik pilot ini. Benar saja hati tiara yang sedang berbunga-bunga karena dapat pujian dari teman sejawatnya, langsung diserang dengan love bombing oleh Deva. Serangan tersebut membuat Tiara terkapar dimabuk cinta.
Selayaknya seorang pawang, Deva sangat berpengalaman dalam menaklukan hati seorang wanita. Kini Tiara luluh di hadapan Deva, terlebih setelah Deva berbicara manis dengan ibu Tiara saat mengantarnya pulang kampung. Tiara memberikan semuanya kepada Deva, baik itu tubuhnya bahkan sampai materi yang ada ia pun rela memberikannya. Kasmaran, dimabuk cinta, dan semua obsesi juga imajinasi yang dibangun oleh Deva berhasil merasuki Tiara. Sampai suatu hari, teman tiara menyampaikan kabar pahit yang sebenarnya. Deva yang izin dengan tiara menjenguk orang tuanya yang sakit, ternyata Dava disana melangsungkan pernikahan dengan wanita lain yang bernama Nadia (Aghniny Haque) dia juga mantan pramugari di maskapai tersebut.
Tiara menyusul Dava ke kota dimana ia berada, tidak hanya menjumpai dava yang tengan menikah. Tiara juga mendapatkan momen saat wanita lain yang juga “melabrak Deva ” di acara pernikahannya. Bagai hati yang terjun tanpa parasut, Tiara merasakan kehancuran yang sangat. Matanya melihat langsung lelaki yang ia percaya ternyata tega mengkhianatinya. Bahkan tidak tidak hanya dirinya, tapi juga ibu & keluarga Tiara. Tanpa belas kasih Nadia & Deva melanjutkan prosesi pernikahan yang sempat terhenti itu. Pernikahan berlangsung status keduanya pun berubah, kini Deva adalah suami dari wanita dengan karakter keras kepala.

Ditengah suasana hati yang remuk redam Tiara memaksakan diri untuk melanjutkan hari. Ia tetap melanjutkan pekerjaanya, menjaga senyum ramahnya dan mata berbinar untuk melayani para penumpang. Hingga sampai suatu ketika Tiara dihadapkan dengan pilihan yang sangat berat. Tiara mendapat kabar bahwasanya ibunya jatuh sakit, yang disebabkan kekhawatiran ibu kepada anaknya. Ibu mendapatkan kabar tiara dari viralnya gosip yang beredar di medsos, cinta segi tiga yang digaungkan oleh Nadia berhasil mengguncang jagat maya. Ditengah perjalanan Tiara menuju rumah ibunya, orang kantor memintanya untuk segera menghadap untuk memberikan kejelasan atas kegaduhan gosip yang beredar. Beranikah tiara menemui kantornya untuk klarifikasi atau Tiara lebih memilih menjumpai ibunya ? Saksikan selengkapnya di Film penerbangan terakhir.
Cowok Kalau Kegantengan Tengil Emang
Gue yakin menurut gue yang paling “gatel” untuk di komen adalah karakter Deva di film Penerbangan Terakhir ini. Deva membawa emosi penonton naik turun secara drastis seakan menaiki roller coaster. Di Awal disajikan situasi yang sangat-sangat manis, dimana gak hanya wanita yang iri tapi gue rasa para pria iri rasanya. Gue saat itu berpikir, tulus banget ya dia cintanya ketemu kenalan lama SMA nya langsung memberikan pemberian yang banyak. Sampai diperjalanan cerita banyak yang sepakat ini mah love bombing trik. Lo bayangin ada ada yang ngucapin “my sweetheart” dengan kekuatan wajah yang enak diliat. Pasti berasa terbang, iya kan.
Tentu yang membuat penonton masih ingin terus menikmati alur cerita film ini adalah karakter Tiara. Gadis polos yang bertemu dengan idola hatinya, serta disambut yang membuat tiara makin luluh. Tiara sebagai penggerak cerita memainkan emosi penonton mengenai pilihan, Tiara bisa jadi orang jahat & Tiara juga berhak menjadi orang baik. Tentunya disini ia memilih untuk jadi orang baik, karena ia tersandera dengan perasaan, tubuh & materinya. Tiara terjebak dalam permainan Deva, itu yang membuat gue bertanya “bisakah Tiara keluar dari permainan Deva ?”.
Untuk visual grafis poster sangat bagus menurut gue, karena sesuai dengan prinsip desain. Pada poster film penerbangan terakhir hanya ada 2 wajah di poster utama, untuk poster pendukung lainya juga hanya ada 3 sampai 4 wajah saja. Walau jika di detailkan sebenarnya banyak wajah yang di muat di poster, yakni di pantulan kacamata pilot Deva. Tapi itu tidak menjadi fokus, gue aja males negesin siapa siapa saja yang ada di sana. Gue lebih berfikir semua wajah disana sama, walau dalam visual tersebut sedikit membuka pada karakter Deva.

Film penerbangan terakhir gue tonton pada 27 jan 26, kiranya itu pekan ke 2 tayang di bioskop. Jujur gue tertarik karena banyak yang merekomendasikan, gue sih gak kecewa. Film bagus tanpa promosi gimmick berlebihan yang membuat berharap lebih. Gue tulis ini tanggal, 30 jan 26 pada hari ini menurut cinepoin penonton film penerbangan terakhir sudah sampai di 286.317. Menurut gue akan terus bertambah sih, “gope kayanya bisa deh” apalagi jika menengok arsip gala premiernya. Di sana ada simulasi kapal terbang yang menjadi set filmnya, dahsyat bener sih itu mah.
Premis yang gue tangkep dari film yang dibintangi Nadia Arina & Jerome Kurnia adalah cinta terpendam yang mestinya tak perlu dikeluarkan. Maksudnya tuh begini, dalam hidup kita tuh sering banget penasaran. Dalam kisah Tiara masih penasaran dengan Deva, karena dulu belum sempat untuk di ungkapkan. Seketika ketemu meluaplah perasaan itu, memang seakan seperti cinta pada pandangan pertama tapi kan bukan pandangan pertama. Deva brengsek, kasarnya tuh kucing di kasih ikan ya gak bakal nolak. Hasilnya apa Tiara yang terkapar menjadi korban, karena mengeluarkan cinta yang telah lama terpendam.
Sinematografi dari Film Penerbangan Terakhir bagus, walau masih terasa seperti sinetron. Karena ada footage pesawat naik & turun yang “ngapain sih mesti ada” tidak mendesak mendesak banget gitu fungsinya. Malah terkesan seperti menghaluskan transisi yang berlebihan. Walau begitu sangat enak untuk dinikmati, set kokpit yang real area kabin yang memang benar diambil di pesawat asli. Serta pemandangan langit & awan yang disajikan dengan menawan. Tetap kekuatan utama dari film penerbangan terakhir ada pada alur ceritanya. Ada pesan yang ingin sangat disampaikan dari film tersebut, gue rasa itu tersampaikan.
Demikian,
Andim H.M – 30/01/26
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar