Waktunya Sudah Mau Berakhir
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 33

Waktunya Sudah Mau berakhir.
Pernah gak sih mikir kalau waktu itu ada batasnya, yang membuat prilaku kita seringnya jadi buru-buru. Mungkin bukan kita tapi gue doang kali ya yang ngerasa begitu, tapi gue yakin sih banyak lah dari kita yang ngerasa gitu. Sejauh yang gue tau waktu yang ada memang terbatas, semisal sehari itu hanya memiliki waktu 24 jam saja. Waktu terus berjalan mengiringi kehidupan yang kita lalui. Karena gue menganggap waktu itu terbatas, seringnya kalau apa-apa gue tuh maunya buru-buru. Seakan dikejar waktu menghawatirkan kehabisan waktu dan gue mengangap itu wajar. Tapi setelah gue pikir ulang ternyata bukan batas waktu yang mengejar gue.
Tingkah gue yang buru-buru itu lebih disebabkan karena keinginan mengejar orang lain. Semisal ada temen gue di usia 30 tahun tabungan atau uang yang dikelolanya sudah miliaran, punya bawahan dan dengan berbagaimacam usaha. Lah gue di usia itu bahkan di usia sekarang belum sampe gitu ke posisi temen gue itu. Yang ada gue beranggapan “kayaknya gue telat deh, gue mesti buru-buru nih, gue mesti lari” padahal nyatanya telat itu gak ada. Telat adalah kata & nilai yang gue ciptakan untuk diri gue yang gue bandingkan dengan temen gue itu. Andai gue geser aja dikit sudut pandang gue ke temen gue yang lain, usia 30 tahun masih setia dengan atasanya, pengasilanya kadang UMR kadang juga dibawahnya, boro-boro ngelola uang miliaran ngejar biaya kontrakan aja masih ngos-ngos an.
Gue pikir gue ketinggalan kereta, tapi dia pikir gue udah sampai tujuan.
Lucu ya, ternyata gue bisa merasa ketinggal sekaligus gue juga bisa jadi duluan dalam pencapaian. Banyak yang berujang “setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya.” Jujur dipernyataan tersebut gue gak berani menafsirkan, kawatir gue keliru dalam menafsirkanya. Mungkin yang terbaik adalah menerima kehidupan ini dengan bijak. Memaknainya sambil berserah diri hingga bisa saling menghargai. Kayaknya nih ya, keharmonisan bukan dimulai dari orang lain deh. Dimulai dari diri sendri harmonis itu, gak papa diluar ribut selagi didalam harmonis bisa jadi kondisi hidup kita baik.
Jika masih sulit untuk mengurai “benang kusut,” gue biasanya hanya berfikir hidup untuk hari ini saja. Gue lupain masa lalu & gue anggap gak punya masa depan, dengan itu gue bisa berlatih untuk sadar bahwa gue masih disini. Gue jadi bisa menikmati momen demi momen, setiap detik jam, angin yang berhembus sampai gue mengangap nikmat satu tarikan nafas. Kedengaranya aneh, tapi begitulah yang gue lakukan kalau gue lagi sumpek. Gue liat senyum dan tawa anak-anak gue, mereka bercanda gue merasa menang. Gue liat makanan yang tersaji di meja, melimpah, seger ada sambel, buah bahkan madu gue berasa lagi di istana. Walaupun semua porsinya sedikit, tapi cukup membuat kita kenyang sekeluarga.
Kata gue, terlambat itu gak ada. Walau hidup ini punya batas waktu. Seringnya rasa terlambat tuh muncul ketika gue membandingkan. Tapi itu bukan artinya kita tidak boleh melihat orang lain, yang tidak disarankan itu terlalu membandingkan pencapaiaanya. Lagi-lagi bukan gak boleh sama sekali, ketika sedang efaluasi, merencanakan, menargetkan, mengharapkan dan yang semisal itu boleh banget cari pembanding yang ada. Karena jika kita membandingkan dengan kondisi yang sudah ada, artinya “pola jalanya juga ada” memungkinkan untuk dituju.
Andim H. Muazhim (10/04/26)
Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar