Sabtu, 6 Jun 2026
Beranda » Film » Film Sengkolo Petaka Malam Satu Suro – Ritual Cilaka Menukar Jiwa Lindu Jiwo

Film Sengkolo Petaka Malam Satu Suro – Ritual Cilaka Menukar Jiwa Lindu Jiwo

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 33

Ritual Cilaka Menukar Jiwa Utari – Lindu Jiwo

Film Sengkolo Petaka Satu Suro bercita perihal mitologi masyarakat jawa. Ada yang memaknai Sengkolo adalah suatu entitas gaib yang mengganggu menjelang malam satu suro. Film yang disutradarai Deni Saputra berhasil membuat penonton menjerit di setiap sengkolo hadir. Sengkolo Petaka Satu Suro di bintangi oleh Aulia Sarah sebagai bidan Rahayu & Agla Artalidia sebagai Marni yang menjadi rekan kerja di klinik bersalin desa. Latar yang diangkat adalah satu desa pesisir yang bernama Sukowati.

Cerita dimulai dengan aktivitas keseharian bidan desa Rahayu yang sedang hamil tua. Di Suatu klinik bersalin yang didampingi oleh Marni sebagai administrasi. Disuatu sore yang indah Rahayu pulang kerumahnya, mendapati suaminya telah selesai memasak, walau masak harian tapi ini adalah masakan istimewa. Karena Mas Cipto ( suami Rahayu ) hari ini berangkat berlayar bersama dengan anaknya. Ia adalah salah satu Nelayan di desa tersebut.

Rahayu tidak pernah menyangka bahwasanya sore itu, saat ia mengantar suami & anaknya melaut. Merupakan perjumpaan terakhir, karena keesokan harinya suami dan anaknya menjadi korban ganasnya lautan malam tadi. Rahayu sangat terpukul sekali atas kejadian yang menimpanya, ditengah kondisi hamil besar menahan perih yang menyayat hati sangatlah tidak mudah. Sampai suatu ketika ada panggilan mendadak untuk persalinan diwaktu malam. Marni menjemput Rahayu di rumahnya dengan menggunakan sepeda motor.

Ditengah malam yang mencekam, Marni mengajak Rahayu melewati hutan dengan niat memotong jalan. Namun kejadian yang tidak disangka-sangka menghampirinya, motor yang di kendarai Marni menerjang lubang hingga mengakibatkan Rahayu terjatuh. Tidak berhenti sampai disitu, Rahayu yang sedang hamil besar pun terpaksa melahirkan di hutan karena saat terjatuh tadi air ketubannya pecah. Sebagai bidan yang berpengalaman Rahayu tau apa yang mesti ia lakukan untuk menyelamatkan anak dalam kandungannya. Rahayu melahirkan ditengah hutan di bantu oleh Marni, suasana gelap hutan & gerimis malam itu semakin mencekam karena bayi yang dilahirkan tidak ada suara tangisnya.

Beberapa saat berselang Rahayu tersadar bahwasanya anaknya telah berpulang, atau terlahir tanpa nyawa. Malam itu Rahayu teriak sejadi jadinya, ia marah dengan kondisi yang dialaminya. Luka batin di tinggal suami & anak laki-lakinya belum kering, kini ia mesti menanggung luka baru lagi. Rahayu kesal, ia tidak terima bayinya diambil karena menurutnya hanya bayi itu yang ia punya. Di Tengah kondisi kalut itu Marni menawarkan solusi, yakni meminta pertolongan dukun yang ia kenal. Tanpa berlama-lama Marni dan Rahayu menyambangi rumah dukun yang dimaksud.

Setibanya, Rahayu memelas meminta bantuan pada dukun tersebut untuk menyelamatkan nyawa anaknya. Dengan penuh harap Rahayu berkata “aku akan melakukan apapun demi Bayiku selamat.” kepada dukun sakti itu. Kemudian sang dukun setelah memastikan tekat Rahayu itu benar, ia langsung menyiapkan upacara Lindu Jiwo. Dimana ada sesajen lengkap dengan seekor ayam hitam legam (cemani) yang siap dipersembahkan. Rahayu mengganti pakaiannya untuk melangsungkan ritual Lindo Jiwo tersebut, ia menyembelih ayam itu menampung darahnya. Seketika setelah ritual itu selesai Bayi Rahayu sadar & terbangun, kemudian ia berinama Utari.

Ritual Lindu Jiwo tidak berhenti sampai di malam itu, karena setelah Bayinya berusia 7 tahun Rahayu wajib memberikan sesajen serupa diawal tersebut. Sajen yang disyaratkan untuk keselamatan anaknya, dilakukan pada malam jumát menjelang malam satu suro. Dimana saat usia Utari 7 tahun dan menjelang malam satu sora, telinga Rahayu menjadi gatal seolah mendengar jeritan mistis yang mencekamnya. Pada malam jumátnya Rahayu melakukan ritual yang dimaksud, tetapi setelah melakukan ritual tersebut ia merasa ada yang aneh.

Dimalam jumát ke 2 dan ke 3 Rahayu mulai ngeh, ritual tersebut bukan sekedar menyembelih ayam hitam. Lindu Jiwo merupakan ritual tukar jiwa manusia dengan manusia, disitu Rahayu merasa marah dengan perjanjian gaib itu. Ia merasa tidak kuasa menahan gejolak yang ada di tubuhnya, dilain sisi ia juga tidak mau kehilangan Utari. Rahayu merasa hina karena telah terikat dengan perjanjian itu, hingga ia tidak berani menemu Utari. Rahayu ingin terputus dari jeratan itu, saksiakan perjuangan Rahayu selengkapnya di Film Sengkolo Petaka Satu Suro.

Kalut Pembawa Maut

Kisah Rahayu mengajak penonton untuk merasakan kegelisan mendalam di tinggal mati orang yang dicintainya. Marah, kesal, kecewa hingga sedih disajikan oleh karakter Rahayu. Disituasi rapuh itu menjadikan Rahayu kalut, kusut tidak karuan juga kacau pikiranya. Hingga mengakibatkan pengambilan keputusan yang spontan. Keputusan yang mesti dibayar oleh Rahayu dikemudian hari hingga ia mengalami kejadian yang tidak diinginkan. Sengkolo Petaka 1 Suro.

Banyak penonton yang berpendapat bahwasanya film ini mengejutkan sekali, begitupun dengan kami merasakan 3 – 5 kali teriak saat menyaksikanya. Banyak sekali adegan mengagetkan atau Istilah yang populer adalah Jump Screen. Walaupun itu merupakan salah satu teknik pembuatan film horor modern, tapi di film sengko ini banyak yang bira extreme. Kami sependapat dengan itu karena kami pun berteriak saat menontonnya. Selain teknik cerita alur cerita dari Film Sengkolo juga sangat menyentuh, mengangkat fenomena yang umum dilakukan di masyarakat jawa. Hingga penonton dibuat terhanyut menikmati ceritanya hingga akhir, bahkan ada keterkejutan juga di akhir cerita.

Poster Film Sengkolo Petaka Satu Suro sangat bagus sekali, karena fokus hanya memuat satu wajah saja. Yakni karakter wajah dari anaknya Rahayu yakni Utari yang sudah berusia 7 tahun. Berbalik badan melambaikan tangan, mengisyaratkan permohonan pertolongan atas dirinya. Walaupun tidak mempertebal apapun jika ditafsirkan tanpa menyaksikan trailer filmnya. Bagi penonton penikmat film horor memang tidak begitu penting penebalan dalam poster. Karena jika di trailer & poster tidak menyisakan pertanyaan maka itu akan mengurangi efek kejut dari film horor itu.

Film Sengkolo petaka satu suro kami tonton pada tanggal, 30 jan 26 saat kami menyelesaikan tulisan ini (04/02/26) penonton sudah tercatat 193.570 menurut cinepoint. Tapi sayangnya walau tembus ratusan ribu penonton hanya pada App CGV yang memberikan rating bagus, bahkan IMDb memberinya penilaian di bawah 6. Entah apa penyebabnya tapi ya begitulah, ini hanya film horor yang landasan dasarnya hanya menghibur. Tapi bagaimanapun juga ada pesan yang ingin disampaikan setiap film untuk penontonnya.

Premis yang ditangkap oleh penonton dari film Sengkolo Petaka Satu Suro adalah rasa memiliki yang berlebihan ternyata tidak baik. Karena sebagai manusia kita mesti sadar bahwasanya manusia itu lemah. Bahkan dalam film ini digambarkan manusia termanipulasi oleh kekuatan gaib yang menjadikan ia tidak bermoral. Berlaku bejat menjadi pembunuh, walau digambarkan hilang akal karena kerasukan, tetap saja tindakan tersebut tidak dibenarkan. Rahayu sebagai penggerak cerita merasa kecewa karena semua yang ia sayangi hilang (diambil) sementara Marni sebagai pematah cerita merasa iri saat membandingkan kondisinya dengan orang lain.

Demikian, Resensi Film

Andim H.M. (04/02/26)

 

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Siapakah Tokoh Berpengaruh

    Siapakah Tokoh Berpengaruh

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Dalam hidup kita memerlukan pembelajaran & biasanya kita mencari contoh. Umumnya kaum muda mencontoh para orang tua atau kaum senior, karena pengalaman & mungkin juga karena caranya memaknai  peristiwa. Jika ada yang tanya pada saya, siapa tokoh idolamu ? Saya akan spontan jawab “Muhammad Rasulullah” agar jawabanya sekaligus menunjukan identitas. Tapi jawaban diatas hanya sebatas […]

  • Film Alas Roban – Kasih Sayang Ibu

    Film Alas Roban – Kasih Sayang Ibu

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Horor yang berkasih sayang Sebuah film horor yang berdurasi panjang (hampir 2 jam) yang mengangkat cerita rakyat mengenai jalur tengkorak alas roban, Kab.Batang Jawa Tengah. Horor yang berkasih sayang, mungkin menjadi kalimat yang tepat dari cerita film Alas Roban. Film garapan dari sutradara Hadrah Daeng Ratu (@non_hadrah) menyajikan visual horor yang sangat halus. Gue nonton […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Emang bener, humor itu sebenarnya serius ?

    Emang bener, humor itu sebenarnya serius ?

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Humor Itu Serius Baru-baru ini jagat publik diramaikan dengan seorang komedian yang di polisikan. Seorang komika (Pandji Pragiwaksono) yang dipolisikan atas materi komedinya di stand up komedi spesial Mens Rea. Peristiwa tersebut memang bukan hal yang baru semestinya, karena memang lelucon itu bisa sangat tendensius jika meleset memaknainya. Lagi pula di negara tercinta Indonesia, komedi […]

  • Film Kuyank Prequel Saranjana Kota Ghaib – Akibat Menentang Ramalan Adat

    Film Kuyank Prequel Saranjana Kota Ghaib – Akibat Menentang Ramalan Adat

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Akibat Manantang Ramalan Adat. Film horor kali ini akan bercerita mengenai hantu yang populer dari pulau kalimantan yang dikenal dengan nama kuyang. Dalam Film Kuyank ini menjadikan seri prekuel dari film Saranjana Kota Gaib, yakni cerita 7 tahun sebelum gerbang gaib itu terbuka. Karena ini adalah cerita sebelum jadi tidak begitu masalah jika tidak ada […]

expand_less