Jumat, 4 Sep 2026
Beranda » Humor » Emang bener, humor itu sebenarnya serius ?

Emang bener, humor itu sebenarnya serius ?

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 28

Humor Itu Serius

Baru-baru ini jagat publik diramaikan dengan seorang komedian yang di polisikan. Seorang komika (Pandji Pragiwaksono) yang dipolisikan atas materi komedinya di stand up komedi spesial Mens Rea. Peristiwa tersebut memang bukan hal yang baru semestinya, karena memang lelucon itu bisa sangat tendensius jika meleset memaknainya. Lagi pula di negara tercinta Indonesia, komedi sudah dijadikan media kritik sosial sejak jamannya srimulat. Oleh karenanya banyak pihak yang merasa “dikeriti” bereaksi seakan dilecehkan atau bahasa kampunya kesindir. Merasa humor telah menjatuhkan wibawanya, menginjak-injak harga dirinya dan merasa ditertawakan.

Memang terkadang jika diri ini ditertawakan seolah seperti menginjak harga diri, saya pun dulu sering seperti ini. Tapi setelah digeser sedikit saja sudut pandangnya, maka saya pun bisa tertawa bersama orang lainnya yang sedang menertawakan saya. Yang pertama mesti diketahui bahwasanya komedi itu membutuhkan korban. Percaya gak percaya pihak yang tersinggung diatas itu juga bisa tertawa, jika korban (objek lelucon) bukan diri/pihaknya. Itu kenapa dalam humor memerlukan penerimaan sebelum menikmatinya.

Disini saya menghadirkan ruang untuk kita tertawa bersama. Mulai dari bahasan yang remeh temeh hingga bahasan yang sangat serius. Jujur sebelumnya saya adalah orang yang mudah tersinggung dengan materi humor. Sampai saya tersadar setelah mencari tau penyebab dari ketersinggungan. Jadi saya mendapati diri saya terbelenggu oleh dokma, sesuatu yang bercanda itu tidak bermakna. Maksudnya saya cenderung menjalani kehidupan ini dengan serius & tegang. Semua tentang hitam & putih menurut saya dulu, tidak ada warna lain bahkan tidak ada itu area abu-abu. Hidup tegang seperti itu sangatlah melelahkan, dulu saya beranggapan hidup itu mesti serius untuk sukses.

Tapi ternyata setelah sekian purnama memahami makna & menambah literasi, ternyata sukses bukan tentang serius dan serius tidak melulu selalu menegangkan. Kita semua pasti setuju hidup itu mesti serius, karena keseriusan dapat mengoptimalkan hasil. Tapi perlu diingat juga bahwa kehidupan memerlukan relaksasi. Mengendurkan ketegangan untuk menyeimbangkan kehidupan yang sedang kita jalani. Setelah saya menyadari hal tersebut ternyata selama 3 – 4 tahun kebelakang hidup yang saya jalani tanpa hiburan yang berarti.

Humor menjadi salah satu alternatif untuk kita untuk kita bisa mengendurkan ketegangan saraf tubuh ini. Humor juga bisa menurunkan tingkat stres dari seseorang hingga menjadikan bugar tubuhnya. Bahkan dengan tersenyum kecil beberapa detik kita dapat merangsang keluarnya zat kimia dalam otak yang menciptakan rasa bahagia. Kita semua punya target, kita semua punya cita-cita, kita semua berlomba untuk mendapatkan yang terbaik. Tidak ada yang salah dengan itu, karena memang itu sifat dasar manusia. Kita berkompetisi dengan yang lainya tapi tidak perlu mengorbankan diri, jadikan ini pertempuran bersama. Tidak perlu kecewa jika tidak juara, apresiasilah kemenangan lawan mu untuk tetap menjadikan mu sebagai manusia. Menjaga solidaritas merupakan hal yang utama dalam berkompetisi, singkirkan ego personal mu.

Humor sangat perlu dipelajari, bahkan saya sampai mendalaminya di sekolah khusus. Disana saya mendapati humor juga memiliki teori, bahkan tertawa bisa dirumuskan. Makanya kini saya memaknai humor itu adalah serius. Kini saya pun juga jadi menghormati orang lain yang bisa tertawa bersama dalam satu materi lelucon. Karena jika ada tawa dalam sebuah materi lawak itu artinya paham dengan materi & juga objek komedinya. Pelawak gagak mendapat tawa dari penonton salah satu penyebabnya penonton tidak dapat mengerti apa yang dimaksudkan dari materi lawak tersebut.

Banyak teknik untuk memecahkan tawa dalam sebuah keheningan. Bahkan seorang yang humoris sangat diharapkan untuk membuka bahkan memimpin rapat yang umumnya terdapat ketegangan. Jadi lelucon bukan sekedar ejekan, humor gak selalu kritikan & lawak bukan cuma sindiran. Kita perlu memaknai lebih dalam untuk mengetahui juga mengenal diri kita sebagai manusia seutuhnya. Manusia memiliki emosi untuk merasa, ceria/bahagia/senyum/tawa merupakan emosi yang bisa juga kita rasakan. Terbukalah untuk emosi-emosi macam itu, karena saya percaya keterbukaan adalah awal dari penerimaan.

Demikian, Humor Bahagia

Andim H. Muazhim (09/02/26)

Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Film Suka Duka Tawa – Benci tapi merindukannya

    Film Suka Duka Tawa – Benci tapi merindukannya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Benci Tapi Merindukannya. Film yang mengangkat kondisi keseharian komika ( seniman stand up komedi ) yang kesal dengan orang tuanya. Tawa (Rachel Amanda) adalah anak dari seorang pelawak profesional Pak Keset (Teuku Rifnu Wikana) dimana mereka berdua memilih karir sebagai komedian. Pak Keset merupakan pelawak populer yang memiliki serial TV, sementara Tawa merupakan komika yang […]

  • Gimana Kalau Cuma Beruntung ?
    Gue

    Gimana Kalau Cuma Beruntung ?

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Gimana kalau Cuma Beruntung ? Banyak hal yang telah terjadi selama menjalani kehidupan ini. Baik atau pun buruk semua pernah gue alami. Dapet gaji pertama, pecah telur/orderan pertama dari berbagai bisnis, dapet teman, parner, sahabat, pasangan dan begitupun sebaliknya. Uang habis, jobless gak ada penghasilan, Produk rusak/basi jadi gak laku dijual, mitra bisnis cabut dan […]

  • Film Kuyank Prequel Saranjana Kota Ghaib – Akibat Menentang Ramalan Adat

    Film Kuyank Prequel Saranjana Kota Ghaib – Akibat Menentang Ramalan Adat

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Akibat Manantang Ramalan Adat. Film horor kali ini akan bercerita mengenai hantu yang populer dari pulau kalimantan yang dikenal dengan nama kuyang. Dalam Film Kuyank ini menjadikan seri prekuel dari film Saranjana Kota Gaib, yakni cerita 7 tahun sebelum gerbang gaib itu terbuka. Karena ini adalah cerita sebelum jadi tidak begitu masalah jika tidak ada […]

  • Cuma Mesti Lebih Gigih
    Gue

    Cuma Mesti Lebih Gigih

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Cuma Mesti Lebih Gigih. Ketika dewasa gue dituntut bekerja, baik itu sebagai karyawan (pekerja) atau pun sebagai pengusaha. Begitupun saat gue sedang menulis ini, sejatinya gue sedang bekerja. Melakukan suatu pekerjaan yang dikenal dengan menulis. Tapi entah berapa banyak orang yang menganggap ini bukan bekerja, karena mereka pikir bekerja itu mendapatkan uang. Padahal nyatanya yang […]

expand_less