Rabu, 4 Nov 2026
Beranda » Humor » Emang bener, humor itu sebenarnya serius ?

Emang bener, humor itu sebenarnya serius ?

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 33

Humor Itu Serius

Baru-baru ini jagat publik diramaikan dengan seorang komedian yang di polisikan. Seorang komika (Pandji Pragiwaksono) yang dipolisikan atas materi komedinya di stand up komedi spesial Mens Rea. Peristiwa tersebut memang bukan hal yang baru semestinya, karena memang lelucon itu bisa sangat tendensius jika meleset memaknainya. Lagi pula di negara tercinta Indonesia, komedi sudah dijadikan media kritik sosial sejak jamannya srimulat. Oleh karenanya banyak pihak yang merasa “dikeriti” bereaksi seakan dilecehkan atau bahasa kampunya kesindir. Merasa humor telah menjatuhkan wibawanya, menginjak-injak harga dirinya dan merasa ditertawakan.

Memang terkadang jika diri ini ditertawakan seolah seperti menginjak harga diri, saya pun dulu sering seperti ini. Tapi setelah digeser sedikit saja sudut pandangnya, maka saya pun bisa tertawa bersama orang lainnya yang sedang menertawakan saya. Yang pertama mesti diketahui bahwasanya komedi itu membutuhkan korban. Percaya gak percaya pihak yang tersinggung diatas itu juga bisa tertawa, jika korban (objek lelucon) bukan diri/pihaknya. Itu kenapa dalam humor memerlukan penerimaan sebelum menikmatinya.

Disini saya menghadirkan ruang untuk kita tertawa bersama. Mulai dari bahasan yang remeh temeh hingga bahasan yang sangat serius. Jujur sebelumnya saya adalah orang yang mudah tersinggung dengan materi humor. Sampai saya tersadar setelah mencari tau penyebab dari ketersinggungan. Jadi saya mendapati diri saya terbelenggu oleh dokma, sesuatu yang bercanda itu tidak bermakna. Maksudnya saya cenderung menjalani kehidupan ini dengan serius & tegang. Semua tentang hitam & putih menurut saya dulu, tidak ada warna lain bahkan tidak ada itu area abu-abu. Hidup tegang seperti itu sangatlah melelahkan, dulu saya beranggapan hidup itu mesti serius untuk sukses.

Tapi ternyata setelah sekian purnama memahami makna & menambah literasi, ternyata sukses bukan tentang serius dan serius tidak melulu selalu menegangkan. Kita semua pasti setuju hidup itu mesti serius, karena keseriusan dapat mengoptimalkan hasil. Tapi perlu diingat juga bahwa kehidupan memerlukan relaksasi. Mengendurkan ketegangan untuk menyeimbangkan kehidupan yang sedang kita jalani. Setelah saya menyadari hal tersebut ternyata selama 3 – 4 tahun kebelakang hidup yang saya jalani tanpa hiburan yang berarti.

Humor menjadi salah satu alternatif untuk kita untuk kita bisa mengendurkan ketegangan saraf tubuh ini. Humor juga bisa menurunkan tingkat stres dari seseorang hingga menjadikan bugar tubuhnya. Bahkan dengan tersenyum kecil beberapa detik kita dapat merangsang keluarnya zat kimia dalam otak yang menciptakan rasa bahagia. Kita semua punya target, kita semua punya cita-cita, kita semua berlomba untuk mendapatkan yang terbaik. Tidak ada yang salah dengan itu, karena memang itu sifat dasar manusia. Kita berkompetisi dengan yang lainya tapi tidak perlu mengorbankan diri, jadikan ini pertempuran bersama. Tidak perlu kecewa jika tidak juara, apresiasilah kemenangan lawan mu untuk tetap menjadikan mu sebagai manusia. Menjaga solidaritas merupakan hal yang utama dalam berkompetisi, singkirkan ego personal mu.

Humor sangat perlu dipelajari, bahkan saya sampai mendalaminya di sekolah khusus. Disana saya mendapati humor juga memiliki teori, bahkan tertawa bisa dirumuskan. Makanya kini saya memaknai humor itu adalah serius. Kini saya pun juga jadi menghormati orang lain yang bisa tertawa bersama dalam satu materi lelucon. Karena jika ada tawa dalam sebuah materi lawak itu artinya paham dengan materi & juga objek komedinya. Pelawak gagak mendapat tawa dari penonton salah satu penyebabnya penonton tidak dapat mengerti apa yang dimaksudkan dari materi lawak tersebut.

Banyak teknik untuk memecahkan tawa dalam sebuah keheningan. Bahkan seorang yang humoris sangat diharapkan untuk membuka bahkan memimpin rapat yang umumnya terdapat ketegangan. Jadi lelucon bukan sekedar ejekan, humor gak selalu kritikan & lawak bukan cuma sindiran. Kita perlu memaknai lebih dalam untuk mengetahui juga mengenal diri kita sebagai manusia seutuhnya. Manusia memiliki emosi untuk merasa, ceria/bahagia/senyum/tawa merupakan emosi yang bisa juga kita rasakan. Terbukalah untuk emosi-emosi macam itu, karena saya percaya keterbukaan adalah awal dari penerimaan.

Demikian, Humor Bahagia

Andim H. Muazhim (09/02/26)

Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • Kuterima Dengan Bangga

    Kuterima Dengan Bangga

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Kuterima Dengan Bangga. Katanya nih, hidup tuh bagai roda yang berputar, kadang diatas kadang dibawah. Benar, bagi orang yang ingat setiap momen perjalanan hidupnya. Ketika dia lagi diatas bersyukur, saat ditengah binggung dan ketika dibawah Frustrasi. Karena ternyata ban-nya bocor, jadi pas dibawahnya lama banget. Mau ganti ban, serepnya gak ketemu dan mau nambel jauh […]

  • Waktunya Sudah Mau Berakhir
    Gue

    Waktunya Sudah Mau Berakhir

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Waktunya Sudah Mau berakhir. Pernah gak sih mikir kalau waktu itu ada batasnya, yang membuat prilaku kita seringnya jadi buru-buru. Mungkin bukan kita tapi gue doang kali ya yang ngerasa begitu, tapi gue yakin sih banyak lah dari kita yang ngerasa gitu. Sejauh yang gue tau waktu yang ada memang terbatas, semisal sehari itu hanya […]

  • Bisa Sama Gitu Ya

    Bisa Sama Gitu Ya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Bisa Sama Gitu Ya. Belakangan gue kan aktif banget ya nulis disini, sangking aktifnya gue juga jadi takut. Karena wadah tempat gue nulis ini diakusisi dengan cara disewa. Kemarin tuh gue kepikiran, kayaknya udah waktunya perpanjang. Dari pada muter terus tuh pertanyaan dalam otak, gue cek aja durasi masa katif dari domain & hosting ini. […]

  • Berkas Berharga Usang
    Gue

    Berkas Berharga Usang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Berkas Berharga Usang. Kita sudah sama-sama tau bahwasanya kita semua sudah berada ditahun 2026, sudah lama juga kita didalam melenium ke 3 ini. Dimana otak kita selalu teringat dengan digitalisasi, begitupun dengan gue. Apalagi 3 tahun belakang ini pasca pandemi covid 19 melanda, seakan semua orang dipaksa untuk melek digital. Bahkan sekarang ini populer dengan […]

  • Semua Akan Bisnis Pada Waktunya

    Semua Akan Bisnis Pada Waktunya

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Sering kali kita mendengar ungkapan dari teman kita yang bunyinya seperti ini, “apa-apa di bisnisin lo mah.” ungkapan tersebut biasanya datang ketika ada seorang yang sedang menyebutkan harga. Padahal kegiatan tersebut dikenal dengan nama selling/nyeles/jualan, itu bukan bisnis. Umumnya kebanyakan dari kita memaknai bisnis itu adalah suatu kegiatan yang menguntungkan. Padahal nyatanya tidak semua bisnis […]

  • Salam Redaksi Edu.Tumbas.Co.Id

    Salam Redaksi Edu.Tumbas.Co.Id

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Kini kita telah sama-sama sampai di awal tahun 2026 masehi dan kami masih disini aja. Sebelum menulis ini  saya menengok artikel sebelumnya yang dirilis pertengahan tahun kemarin. Saya merasa website ini seperti keong jalannya, lambat. Memang betul & kami sadar itu, tapi mau bagaimanapun itulah kenyataanya kami tidak ingin menyangahnya. Ke depan rencananya proyek menulis […]

expand_less