Berkas Berharga Usang
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 24

Berkas Berharga Usang.
Kita sudah sama-sama tau bahwasanya kita semua sudah berada ditahun 2026, sudah lama juga kita didalam melenium ke 3 ini. Dimana otak kita selalu teringat dengan digitalisasi, begitupun dengan gue. Apalagi 3 tahun belakang ini pasca pandemi covid 19 melanda, seakan semua orang dipaksa untuk melek digital. Bahkan sekarang ini populer dengan istilah peperles, dimana itu artinya mengurangi pemakaian kertas secara fisik. Semua dokumen bergerak kearah digital dengan cepatnya, bahkan e-money udah lumrah digunakan bayar parkir demi mengurangi uang kertas dan dianggap lebih efisien.
Jadi kemarin gue sedang mencari dokumen yang sangat berharga. Gue pikir gue sudah punya file salinan berkas tersebut, yang gue simpan file soft copynya dalam penyimpanan cloud. Setelah sekian lama gue skrol-skrol halaman branda file yang gue maksud tidak ada. Karena gue memakai layanan geratisan yang kita kenal dengan G-Drive maka gue sampe log in kesemua akun yang biasa gue jadikan back up file. Tapi tetap semuanya gak ketemu, dokumen itu benar-benar gak ada. Gue juga gak tau pasti penyebabnya kenapa, padahal dokumen tersebut gue proleh pada tahun 2014. Gue yakin banget gue dah sepet scan dokumen tersebut dan gue simpan file digitalnya di cloud.
Apa mau dikata file digital dari berkas dokumen izajah gue tidak ada. Yang membuat gue lanjut membongkar tumpukan kertas yang ada di rak buku. Syukurnya berkas tersebut ketemu, gue perlakukan kertas tersebut dengan lebut dan hati-hati. Terlihat sudah sangat usang dan gue menghawatirkan fisiknya sudah rapuh, tapi ternyata berkas tersebut tersimpan dengan baik dalam pres plastik laminating. Mulailah gue mempersiapkan berkas-berkas yang akan gue jadikan digital itu, tanpa berlama-lama langsung gue scan saja. Gasampe 5 menit berkas ijazah & trankrip nilai menjadi file digital. Seletelah itu gue uplode ke G-Drive untuk memudahkan pencarian gue ganti nama filenya sesuai dengan berkas yang di scan.

Keseruan mencari berkas yang usang tidak berhenti sampai disitu, saat gue melakukan pencarian gue juga menemukan berkas-berkas lainya. Sumpah gue baru sadar, ternyata gue ini penulis atau pencatat. Gue menemukan banyak draf catatan gue baik itu yang berbentuk digital atau pun tulisan tangan. Tapi gue rasa yang paling banyak itu tulisan pena, karena setelah merapihkan kembali tumpukan kertas yang tadi gue obrak-abrik gue tertarik untuk membongkar tumpukan kertas yang tersusun rapih disebelahnya. Gue juga gak tau dengan pasti kenapa kertas-kertas itu gak gue buang, yang gue inget alasan dasarnya ialah bisa jadi itu penting. Gue buka dengan perlahan satu demi satu, gue baca cepat singkat sekilas. Hampir semua gue bolak balik, dan gue takjub sekali dengan semua yang pernah gue catat.
Mungkin saat ini catatan-catatan tersebut sudah sama usangnya dengan zaman dokumen tercetak diatas kertas. Karena catatan tersebut adalah ide atau gagasan yang pernah terlitas dalam dipikiran gue. Kebanyakan tema catatan tersebut adalah bisnis, bisa itu ide bisnis ataupin strategi bisnis. Yang rasa-rasanya menurut keyakinan gue sudah ketinggalan jaman, kerisauan-kerisauan ide tersebut sudah banyak terjawab juga. Bahkan ide-ide bisnis yang gue catat sudah ada yang mencoba membuat prototipe nya. Walau begitu gue tetap mengembalikan tumpukan-tumpukan kertas itu ketempatnya, sebagian. Sebagailainya lainya gue alihkan untuk didalur ulang pada pengepul kardus & kertas.
Percaya atau gak kedua kegiatan tersebut mengilhami gue untuk menulis atau mencatat dalam media website ini. Yang gue respon dengan menerima ide tersebut, “gue akan menulis secara digital dan terarsip dalam web yang publis ini.” Beberapa tahun kebelakang gue mendapat pemahaman baru bahwasanya jika kita menginginkan sesuatu kegiatan yang berhari-hari terngiang ngiang dalam ingatan, sebaiknya dilakukan jika memungkinkan dan tidak melanggar batasan-batasan yang ada. Bisa jadi pernyataan gue ini ambigu, karena dorongan untuk melakukan tindakan “tidak baik” biasanya juga muncul & terngiang-ngian dalam ingatan berhari-hari. Menurut gue memang beda penangan untuk meredam dorongan otak dalam pemikiran kita dan gue bukan orang yang tepat untuk menjawab prihal tersebut.

Jadi gue mencari dokuen ijazah karena gue sedang ingin melamar pekerjaan, ngeh gak lo gue lulus 2014 sekarang udah 2026 artinya udah 12 tahun berlalu. Gue saat ngeh itu tuh, “gila ngapain aja lo 12 tahun itu. masa sih gak ada yang bisa lo ceritain.” Asli guy’s gue tuh orangnya produktif banget, kalo mau gue sebutin ada kali 10 bisnis yang udah gue mulai di kurun waktu tersebut. Kalau gue lagi bengong dan merenung mengingat-ingat saat gue mau melamar kerjaan atau pasca gue sukses menutup bisis yang gue buka. Gue rasa gue mengalami peningkatan dari sisi mengkontrol emosi. Tenang adalah kondisi yang mesti diusahakan saat kondisi lagi carut-marut. Salah satu cara yang gue lakukan untuk tenang adalah menulis, kemudian gue mulai gak peduli hal-hal remeh yang ada disekitar. Disaat saat tersebut gue lebih prioritaskan diri gue selamat dari tekanan emosional dari situasi yang gue alami.
Kedepan gue ingin menulisakan cerita-cerita gue disini, kini gue mau lebih paperles dalam mencatat. Semoga kemudahan gue proleh untuk mewujudkan ingin gue itu. Belakangan ini gue juga sudah mengurangi expektasi dari usaha & tindakan yang gue lakukan. Bahkan gue juga gak berharap bermanfaat untuk orang lain tulisan gue ini. Mungkin terdengar egois jika gue bilang mau fokus pada diri gue sendiri, tapi percaya sama gue disaat mau melangkah jangan pernah pikirkan orang lain. Itu bukan berarti menghilangkan orang lain, namun itu maknanya adalah menyesuaikan waktu, suasana hati & pikiran yang akan kita curahkan untuk berbagi pada orang lain.
Sekian untuk cerita kali ini, terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Good luck & sampai jumpa.
Andim H. Muazhim (06/04/26)
Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar