Jumat, 6 Nov 2026
Beranda » Gue » Berkas Berharga Usang
Gue

Berkas Berharga Usang

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 31

Berkas Berharga Usang.

Kita sudah sama-sama tau bahwasanya kita semua sudah berada ditahun 2026, sudah lama juga kita didalam melenium ke 3 ini. Dimana otak kita selalu teringat dengan digitalisasi, begitupun dengan gue. Apalagi 3 tahun belakang ini pasca pandemi covid 19 melanda, seakan semua orang dipaksa untuk melek digital. Bahkan sekarang ini populer dengan istilah peperles, dimana itu artinya mengurangi pemakaian kertas secara fisik. Semua dokumen bergerak kearah digital dengan cepatnya, bahkan e-money udah lumrah digunakan bayar parkir demi mengurangi uang kertas dan dianggap lebih efisien.

Jadi kemarin gue sedang mencari dokumen yang sangat berharga. Gue pikir gue sudah punya file salinan berkas tersebut, yang gue simpan file soft copynya dalam penyimpanan cloud. Setelah sekian lama gue skrol-skrol halaman branda file yang gue maksud tidak ada. Karena gue memakai layanan geratisan yang kita kenal dengan G-Drive maka gue sampe log in kesemua akun yang biasa gue jadikan back up file. Tapi tetap semuanya gak ketemu, dokumen itu benar-benar gak ada. Gue juga gak tau pasti penyebabnya kenapa, padahal dokumen tersebut gue proleh pada tahun 2014. Gue yakin banget gue dah sepet scan dokumen tersebut dan gue simpan file digitalnya di cloud.

Apa mau dikata file digital dari berkas dokumen izajah gue tidak ada. Yang membuat gue lanjut membongkar tumpukan kertas yang ada di rak buku. Syukurnya berkas tersebut ketemu, gue perlakukan kertas tersebut dengan lebut dan hati-hati. Terlihat sudah sangat usang dan gue menghawatirkan fisiknya sudah rapuh, tapi ternyata berkas tersebut tersimpan dengan baik dalam pres plastik laminating. Mulailah gue mempersiapkan berkas-berkas yang akan gue jadikan digital itu, tanpa berlama-lama langsung gue scan saja. Gasampe 5 menit berkas ijazah & trankrip nilai menjadi file digital. Seletelah itu gue uplode ke G-Drive untuk memudahkan pencarian gue ganti nama filenya sesuai dengan berkas yang di scan.

Keseruan mencari berkas yang usang tidak berhenti sampai disitu, saat gue melakukan pencarian gue juga menemukan berkas-berkas lainya. Sumpah gue baru sadar, ternyata gue ini penulis atau pencatat. Gue menemukan banyak draf catatan gue baik itu yang berbentuk digital atau pun tulisan tangan. Tapi gue rasa yang paling banyak itu tulisan pena, karena setelah merapihkan kembali tumpukan kertas yang tadi gue obrak-abrik gue tertarik untuk membongkar tumpukan kertas yang tersusun rapih disebelahnya. Gue juga gak tau dengan pasti kenapa kertas-kertas itu gak gue buang, yang gue inget alasan dasarnya ialah bisa jadi itu penting. Gue buka dengan perlahan satu demi satu, gue baca cepat singkat sekilas. Hampir semua gue bolak balik, dan gue takjub sekali dengan semua yang pernah gue catat.

Mungkin saat ini catatan-catatan tersebut sudah sama usangnya dengan zaman dokumen tercetak diatas kertas. Karena catatan tersebut adalah ide atau gagasan yang pernah terlitas dalam dipikiran gue. Kebanyakan tema catatan tersebut adalah bisnis, bisa itu ide bisnis ataupin strategi bisnis. Yang rasa-rasanya menurut keyakinan gue sudah ketinggalan jaman, kerisauan-kerisauan ide tersebut sudah banyak terjawab juga. Bahkan ide-ide bisnis yang gue catat sudah ada yang mencoba membuat prototipe nya. Walau begitu gue tetap mengembalikan tumpukan-tumpukan kertas itu ketempatnya, sebagian. Sebagailainya lainya gue alihkan untuk didalur ulang pada pengepul kardus & kertas.

Percaya atau gak kedua kegiatan tersebut mengilhami gue untuk menulis atau mencatat dalam media website ini. Yang gue respon dengan menerima ide tersebut, “gue akan menulis secara digital dan terarsip dalam web yang publis ini.” Beberapa tahun kebelakang gue mendapat pemahaman baru bahwasanya jika kita menginginkan sesuatu kegiatan yang berhari-hari terngiang ngiang dalam ingatan, sebaiknya dilakukan jika memungkinkan dan tidak melanggar batasan-batasan yang ada. Bisa jadi pernyataan gue ini ambigu, karena dorongan untuk melakukan tindakan “tidak baik” biasanya juga muncul & terngiang-ngian dalam ingatan berhari-hari. Menurut gue memang beda penangan untuk meredam dorongan otak dalam pemikiran kita dan gue bukan orang yang tepat untuk menjawab prihal tersebut.

Jadi gue mencari dokuen ijazah karena gue sedang ingin melamar pekerjaan, ngeh gak lo gue lulus 2014 sekarang udah 2026 artinya udah 12 tahun berlalu. Gue saat ngeh itu tuh, “gila ngapain aja lo 12 tahun itu. masa sih gak ada yang bisa lo ceritain.” Asli guy’s gue tuh orangnya produktif banget, kalo mau gue sebutin ada kali 10 bisnis yang udah gue mulai di kurun waktu tersebut. Kalau gue lagi bengong dan merenung mengingat-ingat saat gue mau melamar kerjaan atau pasca gue sukses menutup bisis yang gue buka. Gue rasa gue mengalami peningkatan dari sisi mengkontrol emosi. Tenang adalah kondisi yang mesti diusahakan saat kondisi lagi carut-marut. Salah satu cara yang gue lakukan untuk tenang adalah menulis, kemudian gue mulai gak peduli hal-hal remeh yang ada disekitar. Disaat saat tersebut gue lebih prioritaskan diri gue selamat dari tekanan emosional dari situasi yang gue alami.

Kedepan gue ingin menulisakan cerita-cerita gue disini, kini gue mau lebih paperles dalam mencatat. Semoga kemudahan gue proleh untuk mewujudkan ingin gue itu. Belakangan ini gue juga sudah mengurangi expektasi dari usaha & tindakan yang gue lakukan. Bahkan gue juga gak berharap bermanfaat untuk orang lain tulisan gue ini. Mungkin terdengar egois jika gue bilang mau fokus pada diri gue sendiri, tapi percaya sama gue disaat mau melangkah jangan pernah pikirkan orang lain. Itu bukan berarti menghilangkan orang lain, namun itu maknanya adalah menyesuaikan waktu, suasana hati & pikiran yang akan kita curahkan untuk berbagi pada orang lain.

Sekian untuk cerita kali ini, terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Good luck & sampai jumpa.

Andim H. Muazhim (06/04/26)

Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • Membungkam Cibiran Keluarga Besar, Film Tunggu Aku Sukses Nanti

    Membungkam Cibiran Keluarga Besar, Film Tunggu Aku Sukses Nanti

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Membungkam Cibiran Keluarga Besar, Film Tunggu Aku Sukses Nanti Puji syukur kini kita telah sampai pada lebaran 2026, penantian setelah berpuasa sebulan lamanya terbayar sudah. Liburan pun tiba dengan pilihan judul film lebaran yang semuanya memukau. Di sini kami akan mengulas film lebaran 2026 yang berjudul, Tunggu Aku Sukses Nanti. Film yang di produksi oleh […]

  • Toko Galipat Pusat Service di ITC Cempaka Mas Lt.4 Blok H No. 559
    Gue

    Menghidupkan Kembali Komunikasi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Menghidupkan Kembali Komunikasi Sedari kemarin gue tuh kepikiran bagaimana caranya produktif nulis. Karena gue pengen banget produktif nulis sebagai sarana gue untuk berlatih & mengasah kemampuan menulis. Apa gue nulis blog aja kali ya disini, kan masih ada rubrik kisah. Tapi jawaban itu terhalang dengan satu kata, gue. Kayaknya kalo disini mesti pake kata baku […]

  • Kehidupan Orang Biasa
    Gue

    Kehidupan Orang Biasa

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kehidupan Orang Biasa. Kemarin tuh ada konten masuk FYP dan gue menyaksikan beberapa konten yang setopik dengan itu. Disana mempertanyakan mengapa biaya ke dokter kesehatan/kecantikan itu mahal. Katanya, alasan utamanya ialah karena dokter banyak mengorbankan waktunya sebelum ia bisa “menjual diri” layanan juga produknya. Bahkan ada yang menghitung setidaknya butuh 10 tahun lagi setelah S1 […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations
    Gue

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Film Suka Duka Tawa – Benci tapi merindukannya

    Film Suka Duka Tawa – Benci tapi merindukannya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Benci Tapi Merindukannya. Film yang mengangkat kondisi keseharian komika ( seniman stand up komedi ) yang kesal dengan orang tuanya. Tawa (Rachel Amanda) adalah anak dari seorang pelawak profesional Pak Keset (Teuku Rifnu Wikana) dimana mereka berdua memilih karir sebagai komedian. Pak Keset merupakan pelawak populer yang memiliki serial TV, sementara Tawa merupakan komika yang […]

  • Cuma Mesti Lebih Gigih
    Gue

    Cuma Mesti Lebih Gigih

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Cuma Mesti Lebih Gigih. Ketika dewasa gue dituntut bekerja, baik itu sebagai karyawan (pekerja) atau pun sebagai pengusaha. Begitupun saat gue sedang menulis ini, sejatinya gue sedang bekerja. Melakukan suatu pekerjaan yang dikenal dengan menulis. Tapi entah berapa banyak orang yang menganggap ini bukan bekerja, karena mereka pikir bekerja itu mendapatkan uang. Padahal nyatanya yang […]

expand_less