Jumat, 4 Sep 2026
Beranda » Gue » Apa Cuma Butuh Kesempatan ?
Gue

Apa Cuma Butuh Kesempatan ?

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 23

Apa Cuma Butuh Kesempatan ?

Suatu hari ada yang DM di akun IG gue yang baru, meminta gue untuk mengirim WA ke nomornya. Karena gue sedang sering online di akun IG yang baru, maka DM itu gue baca dan respon dengan cepat. Sesaat setelah gue baca gue balas dengan antusias ” Siap Bang.” langsung geser ke App WA dan kirim pesan. Saat itu gue belum tau apa-apa prihal kelanjutan ataupun topik yang mesti dilanjut WA, jadi gue WA nya begini aja ” Bang Ini No WA gue , Andim. Mau ngelanjut yang DM Lo di IG. ” Di IG baru yang gue mainkan itu mutual-an nya baru sedikit, tapi banyak yang kenal secara personal.

Dalam keseharian sosial gue sering membuat batasan atau definsi dari setiap yang gue kenal. Sejauh yang gue pahamami setiap komunikasi itu berjenjang, tidak ada yang langsung ke poin utamanya. Jadi jika ada seseorang yang dikenal dan mengintruksikan di sosial media untuk segera menghubungi no. telponya secara peribadi artinya ada yang penting. Semua itu masuk kedalam katagori berfikir positif, tapi gue tau ada sebagian dari kita yang berfikir negatifnya lebih kuat. Beberapa yang seperti itu kemungkinan besar merespon DM dengan membalas ” ada apa ya bang.” hingga ia lupa untuk menghubunginya melalui jalur yang lebih personal.

Hal kecil yang banyak diangap sepele, bisa jadi itu adalah kesempatan yang datang untuk menjadikan hidup ini lebih baik. Mudah saja bagi gue untuk bersikap skeptis saat menanggapi DM itu, dengan berfikir “apa an sih ini, di hack kah ? Penipuan kah ?” atau ” kalau mau ngobrol ya lanjut DM aja, ribet banget lo.” atau hal lainya. Percaya sama gue jika ada yang biasa menanggapi banyak hal dengan skeptis walau hanya dalam hati, kalau boleh saran mulailah perbaiki hati. Sikap skeptis itu terkesan manusiawi, waspada atau menjaga diri. Tapi jika dipikir ulang bisa jadi itu ego (egois) dari diri yang haus dengan sanjungan. Dulu gue adalah orang yang seperti itu, bersyukurnya gue bisa memahami kejanggalanya.

Tundukan ego, hargai semua hal, hormati semua orang dan lakukan dengan terukur. Setidaknya begitu moto hidup yang terkini. Kerena gue yakin kesempatan itu selalu datang dalam kehidupan secara berulang. Oleh karenanya bertumbuhlah menjadi pribadi yang lebih baik, untuk bisa merespon kesempatan dengan baik. Banyak sekali terdengar kalimat “Gue gak punya kesempatan” awalnya gue membenarkan kalimat tesebut. Sampai pada suatu ketika gue mempertanyakan “masa iya gak punya kesempatan ?” merenungkan pertanyaan tersebut hingga mendapatkan.

Betul, semua kita tidak memiliki kesempatan yang sama. Tapi kita semua memproleh kesempatan menjadi lebih baik dalam hidup.

Katanya, Sistem negara Indonesia menjadikan banyak penduduknya tidak memiliki kesempatan. Sebagai orang kecil dinegara ini, ia sudah kalah sebelum bermain. Apa emang bener cuma dinegara Indonesia aja, atau di semua negara sistemnya seperti itu. Di buat oleh elit, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Gue berkesimpulan, bukan negaranya, bukan juga sistemnya tapi yang terpenting adalah respon dari setiap kita atas situasi atau sistem yang kita hidup bersamanya. Karena jika dipikirkan lebih jauh masih ada segelintir yang bertahan dan mendaki kepuncak dengan sistem yang sebegini rumitnya.

Bukan kesempatan yang tidak ada, bukan kesempatan yang hilang tapi lebih kepada bagaimana kita menangkap kesempatan itu. Disetiap setiap situasi yang bisa gue lakukan hanyalah memilih, setiap pilihan yang datang itu adalah kesempatan. Percayalah kita semua selalu punya kesempatan, ia datang berkali-kali kepada kita. Mungkin ada kala kesempatan itu datang disaat yang tidak tepat, dari segi kesiapan & keluangan. Gak ada masalah tentang pilihan realistis, salah jika mengangap itu adalah satu-satunya kesempatan. Kesempatan selalu datang dalam hidup ini untuk menawarkan suatu pilihan, jadi perbaikilah keilmuan, pengetahuan dan yang berkaitan untuk dapat menentukan pilihan dengan tepat.

Andim H. Muazhim (20/04/26)

Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.

 

 

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 952
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • Mulai dari Review Film, Press Con. Film Sampai Ke Main Film
    Gue

    Mulai dari Review Film, Press Con. Film Sampai Ke Main Film

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sudah lama juga ya ternyata tidak nulis disini, barusan terakhir dicek sudah sebulan lebih aja. Dua pekan yang lalu di IG gue juga baru update setelah 2 bualan vakum. Sebenernya bukan lelah atau mau menghilang lagi dari dunia maya, lebih ke dunia nyata sedang tidak bisa ditinggal. Pada kesempatan kali ini gue mau update dari […]

  • Film Alas Roban – Kasih Sayang Ibu

    Film Alas Roban – Kasih Sayang Ibu

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Horor yang berkasih sayang Sebuah film horor yang berdurasi panjang (hampir 2 jam) yang mengangkat cerita rakyat mengenai jalur tengkorak alas roban, Kab.Batang Jawa Tengah. Horor yang berkasih sayang, mungkin menjadi kalimat yang tepat dari cerita film Alas Roban. Film garapan dari sutradara Hadrah Daeng Ratu (@non_hadrah) menyajikan visual horor yang sangat halus. Gue nonton […]

  • Waktunya Sudah Mau Berakhir
    Gue

    Waktunya Sudah Mau Berakhir

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Waktunya Sudah Mau berakhir. Pernah gak sih mikir kalau waktu itu ada batasnya, yang membuat prilaku kita seringnya jadi buru-buru. Mungkin bukan kita tapi gue doang kali ya yang ngerasa begitu, tapi gue yakin sih banyak lah dari kita yang ngerasa gitu. Sejauh yang gue tau waktu yang ada memang terbatas, semisal sehari itu hanya […]

  • Ini Opini ku, Mana Opini Mu ?

    Ini Opini ku, Mana Opini Mu ?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Bisa dibilang saat ini merupakan zaman terberisik dari semua zaman yang sudah pernah saya lalui. Dulu saya ingat sekali di tahun awal-awal 2000-an dimana internet baru bisa diakses dengan komputer, kebisingan hanya berasal dari suasana kota, masih riil. Deru kendaraan lalu-lalang hingga suara kerumunan di pasar atau terminal. Ruang lingkup sosial kita sangat terbatas sekali, […]

  • Berkas Berharga Usang
    Gue

    Berkas Berharga Usang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Berkas Berharga Usang. Kita sudah sama-sama tau bahwasanya kita semua sudah berada ditahun 2026, sudah lama juga kita didalam melenium ke 3 ini. Dimana otak kita selalu teringat dengan digitalisasi, begitupun dengan gue. Apalagi 3 tahun belakang ini pasca pandemi covid 19 melanda, seakan semua orang dipaksa untuk melek digital. Bahkan sekarang ini populer dengan […]

expand_less