Sabtu, 5 Sep 2026
Beranda » Gue » Kehidupan Orang Biasa
Gue

Kehidupan Orang Biasa

  • account_circle Andim H. Muazhim
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 69

Kehidupan Orang Biasa.

Kemarin tuh ada konten masuk FYP dan gue menyaksikan beberapa konten yang setopik dengan itu. Disana mempertanyakan mengapa biaya ke dokter kesehatan/kecantikan itu mahal. Katanya, alasan utamanya ialah karena dokter banyak mengorbankan waktunya sebelum ia bisa “menjual diri” layanan juga produknya. Bahkan ada yang menghitung setidaknya butuh 10 tahun lagi setelah S1 bagi dokter untuk memproleh posisi itu. Mengorbankan masa muda untuk kuliah, ujian, magang dan yang semisal gak seperti kebanyakan orang biasa, khususnya gue.

Dulu gue tuh gak ada niatan untuk kuliah, karena dulu lulusan SMK. Pikir gue lulus sekolah langsung kerja aja, toh ijazah SMK laku kerasa jadi buruh saat itu. Tapi orang tua gue mendorong untuk kuliah, sebagai anak yang tidak kurang ajar jadi gue ikutin permintaan orang tua itu. Kuliah lah gue, cari tau lah prihal jurusan & fakultas. Setelah diskusi dengan teman-teman yang kuliah, gue masuk fakultas komunikasi di Unniversitas swasta terkemuka saat itu, tidak untuk saat ini.

Gilanya gue kuliah 6 tahun, kayak sekolah SD. Bukan karena gue struggling dalam pemahaman & pembelajaran, tapi karena saat itu sambil cari uang juga. Gue pun lulus dengan IPK yang lumayan, setelah kami menutup bisnis creative studio dan fokus skripsi. Selesai dinyatakan lulus & wisudaan gak terlalu kagetlah lah kami, karena biasa cari uang. Saat itu inginya sih lanjutin bisnis creative studio tapi ternyata tidak memungkinkan, alhasil kita bisnis sendiri-sendiri. Karena gue dan partner gue itu sambil kerja kantoran saat itu.

Lo tau, tahun ini (2026) udah 10 tahun lebih dari gue diwisuda & gue liat konten yang diatas itu. Jadi gue pikir sekarang ini setaralah gue sama dokter. Karena gue juga di 10 tahun kebelakang, fokus bisnis. Ada kali 10 bisnis yang udah sukses gue buka. Bahkan lengkap, sukses gue tutup juga bisnis tersebut. Ke ilmuan, perjuangan, strategi, semangat, pola dan lainya bisa gue bacanya, tapi apa pengalaman gue dihargai. Tentu tidak, percaya atau gak banyak dari kita yang hanya menghargai sukses story. Kemudian diperparah makna suksesnya hanya banyak uang & kaya raya. Korilasi sukses kan gak cuma itu, kenapa dipersempit.

Padahal nih ya, kalo dibandingkan sama dokter yang baru kelar perjuangan “belajarnya” di 10 tahun itu, sama tau. Apa doketer tersebut menjamin selalu berhasil tindakannya ? kagak kan. Yang ada malah dokter minta persetujuan pasien & keluarga dalam perjanjian kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Enak dokter mah, konsulasi ni tarifnya lima ratus rebu bahkan jutaan. Padahal ngobrol doang gitu, gak ampe 2 jam. Mending nonton XXI-kan mapuluh rebu bisa dapet waktu 2 jam an. Kata gue sih outputnya sama, kelar ngobrol sama dokter happy beres nonton juga happy. Tapi baiklah, gue sepakat itu gak sebanding.

Tapi kalau ama gue gimana, bisakah gue jadi konsultan bisnis berbekal dari pengalaman bisnis gue. Apa orang lain akan mengakui ke ilmuan gue yang tanpa sukses story. Entahlah gue juga belum tau, tapi gue meragukannya. Padahal nih kalau kata gue, dari pengalaman “kegagalan” bisnis gue jadi punya rambu-rambu. Gue bisa liat arah jalan bisnis yang sedang jalan, apakah perjalananya sudah sesuai dengan tujuan atau malah salah jalan. Bahkan nih, jika ada yang mau “menghancurkan” pondasi bisnisnya gue tau banget jalannya, tentu tindakan tersebut untuk mengganti pondasi baru yang lebih sesuai untuk saat ini.

Ilmu kedokteran dan ilmu bisnis gue rasa itu sama-sama ilmu sosial. Yang dimana keilmuan tersebut tidak bisa berhenti untuk dipelajari. Perhatikan aja dokter, dia masih baca buku, ikut seminar bahkan mengajar & menjadi nara sumber untuk mempertebal pengetahuanya. Ke ilmuan sosial itu dinamis, bahkan dokter yang baik tidak mengklaim kesembuhan itu datangnya dari dia. Begitupun ke ilmuan bisnis gak pernah habis pembahasanya, prilaku konsumen yang selalu berubah, alat produksi yang lebih efektif juga efisien, kebijakan yang mesti disiasati dan semacamnya. Konsultan bisnis pun mestinya bisalah mengklaim, bahwasanya keberhasilan bisnis bukan datang darinya.

Andim H. Muazhim (10/04/26)

Terimakasih sudah membaca & menikmati sampai selesai. Semoga terhibur & bermanfaat. Dukung Kami untuk terus berkarya klik di sini ya >>> https://saweria.co/andimhabib Kamu juga boleh kritik, saran, cacian, makian, kontak kolaborasi dll. Semoga berkenan, Good luck & sampai jumpa.

Penulis

Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Kita Diskusi Yuk (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Have Fun

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions
    War

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • Toko Galipat Pusat Service di ITC Cempaka Mas Lt.4 Blok H No. 559
    Gue

    Menghidupkan Kembali Komunikasi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Menghidupkan Kembali Komunikasi Sedari kemarin gue tuh kepikiran bagaimana caranya produktif nulis. Karena gue pengen banget produktif nulis sebagai sarana gue untuk berlatih & mengasah kemampuan menulis. Apa gue nulis blog aja kali ya disini, kan masih ada rubrik kisah. Tapi jawaban itu terhalang dengan satu kata, gue. Kayaknya kalo disini mesti pake kata baku […]

  • Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match? 12.39 Play Button

    Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match?

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Al Nassr failed to win major title with Cristiano Ronaldo in the squad. The Portuguese superstar has been incredible in front of the goal and led the league in goals scored in both his full seasons. Currently the side at the third position in the Saudi Pro League 2024-25 standings, with just 14 games remaining. […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Film Suka Duka Tawa – Benci tapi merindukannya

    Film Suka Duka Tawa – Benci tapi merindukannya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Benci Tapi Merindukannya. Film yang mengangkat kondisi keseharian komika ( seniman stand up komedi ) yang kesal dengan orang tuanya. Tawa (Rachel Amanda) adalah anak dari seorang pelawak profesional Pak Keset (Teuku Rifnu Wikana) dimana mereka berdua memilih karir sebagai komedian. Pak Keset merupakan pelawak populer yang memiliki serial TV, sementara Tawa merupakan komika yang […]

  • Katanya, Semua Kita Terancam ?

    Katanya, Semua Kita Terancam ?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Andim H. Muazhim
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Katanya, Semua Kita Terancam ? Suatu hari gue lagi jalan sendirian, saat itu belum terlalu sore sekitar jam setengah tigaan. Saat gue jalan entah kenapa gue pengen banget nengok kebelakang, tanpa ragu ya gue nengok aja. Ternyata gak ada orang dan gak ada apa-apa juga, gue masih berjalan sendirian ditempat itu. Tapi rasanya dipemikiran gue […]

expand_less