Semua Akan Bisnis Pada Waktunya
- account_circle Andim H. Muazhim
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 18

Sering kali kita mendengar ungkapan dari teman kita yang bunyinya seperti ini, “apa-apa di bisnisin lo mah.” ungkapan tersebut biasanya datang ketika ada seorang yang sedang menyebutkan harga. Padahal kegiatan tersebut dikenal dengan nama selling/nyeles/jualan, itu bukan bisnis. Umumnya kebanyakan dari kita memaknai bisnis itu adalah suatu kegiatan yang menguntungkan. Padahal nyatanya tidak semua bisnis itu menguntungkan, bisa rugi, stagnan, bangkrut dan semacamnya. Bisnis adalah suatu kegiatan yang kompleks, berjualan adalah bagian dari bisnis yang berada dipermukaan.
Saya rasa masih banyak kekeliruan, mitos atau asumsi yang masih kita “imani” dalam ranah bisnis. Dengan ruang ini saya mencoba untuk mengulasnya, karena saya pelaku bisnis. Saya senang menjalankan bisnis, karena dulu saya beranggapan jadi pebisnis itu enak bisa bebas mengatur waktu. Jadi lah saya sejak masih dikampus dulu menjalani bisnis. Tentunya bisnis tersebut berakhir dengan kata coba-coba. Tapi karena itu saya jadi punya pengalaman bisnis 10 tahunan lebih. Kiranya sejak 2010 an saya mulai menjalani bisnis secara serius, di kampus dulu kami membuka bisnis kreatif agency dengan fokus layanan desain grafis.
Hari ini sudah memasuki tahun 2026 dan saya masih konsisten jadi pebisnis, artinya sudah 15 tahunan ya. Hahaha, sungguh pengalaman bisnis yang matang idealnya. Tapi nyatanya menurut saya keadaan kini, masih mengharuskan saya untuk belajar. Karena baru beberapa saat yang lalu, kami memutuskan bubar bisnis. Dan angka kerugian saya yang terhitung ratusan juta, tapi setelah saya “menggalau” saya sadar mungkin milyaran kerugian saya. Karena bisnis yang kami bubarkan ini, menghebuskan kami (khususnya saya) hingga rata tanah. Padahal waktu yang sudah kami habiskan untuk membangun itu selama 5 tahun, dan itu fokus hanya pada 1 permainan.
Kiranya 3 bulanan saya habiskan waktu untuk beadaptasi dengan emosi yang baru pertamakali saya rasakan ini. Bahkan sampai saya menulis ini, emosi negatif itu masih suka sekelebatan muncul. Saya jadi mesti memaksakan diri karena saya masih hidup, saya mesti harus lanjutkan perjalanan. Dengan keadaan apapun ini saya berusaha itu tetap kuat. Jadi inilah bisnis baru saya, website yang dulu pernah saya rencanakan untuk proyek sampingan yang tidak terpegang dikala fokus pada bisnis yang pada akhirnya bubar rata tanah. Ironi ya, begitulah bisnis mesti siap dengan kondisi seperti “rollercoaster”. Tiba-tiba berada diketinggian & tanpa aba-aba pula terjun kebawah, bahkan bisa sampai nyungsep terpendam tanah.
Bagi pebisnis yang sudah pernah merasakan “nyungsep” maka pesannya ialah, ketika bisnis sedang membawamu kedasar tanah sebisa mungkin kamu segera memikirkan bagaimana caranya untuk bangkit. Iya betul sekali, itu adalah pesan nasihat yang bijak. Tapi nyatanya kita ini adalah manusia, yang memerlukan ruang juga waktu untuk mengelola emosi. Bagi saya menjadi rasional untuk menerima kita sebagai manusia itu adalah hal yang bijaksana. Bukan hanya nasihat untuk memotivasi tapi bisakah kau menemani.
Demikian dulu untuk pembukaan katagori bisnisnya, saya banyak cerita di ruang ini yang akan saya tuangkan kedepannya. Semoga saya berkesempatan untuk bercerita yang bisa menjadikan manfaat untuk mu yang membaca.
Andim H.M – 05/01/26
Penulis Andim H. Muazhim
Terimakasih sudah membaca tulisan yang sederhana ini. Masih terus belajar dalam banyak hal jadi sering banget nulis karena kepala sumpek dipenuhi gagasan yang bertabrakan. Sebelumnya menulis dengan pena di kertas yang dikenal dengan diary. Kini saya alihkan di media publik, maksudnya biar bisa lebih bermanfaat. Tapi nyatanya baru segini aja kemampuannya.

Saat ini belum ada komentar